IESR: Biaya Kerusakan Lingkungan Lebih Mahal dari Nilai Insentif EV
IESR menilai penghentian insentif mobil listrik pada 2026 berisiko, karena biaya kerusakan lingkungan lebih mahal daripada insentif yang diberikan.
(Bisnis.Com) 02/01/26 18:18 91714
Bisnis.com, JAKARTA — Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai wacana penghentian insentif mobil listrik pada 2026 kurang tepat karena berisiko terhadap kerusakan lingkungan dari emisi transportasi.
Direktur Eksekutif IESR, Fabby Tumiwa berpendapat nilai insentif yang dikeluarkan negara jauh lebih kecil dibandingkan beban ekonomi akibat kerusakan lingkungan tersebut.
“Pemerintah harus sadar bahwa biaya kerusakan lingkungan dan dampak kesehatan akibat emisi transportasi jauh lebih mahal harganya dibandingkan nilai rupiah insentif yang diberikan saat ini,” kata Fabby dalam keterangannya, Jumat (2/1/2026).
Dia menambahkan dominasi kendaraan berbahan bakar fosil di jalanan akan memicu biaya pemulihan ekologi yang jauh lebih mahal bagi negara.
Menurutnya, kebijakan pencabutan insentif ini menunjukkan cara pandang jangka pendek yang mengabaikan beban krisis iklim di masa depan.
Dia menjelaskan bahwa jika insentif PPN 10% dicabut, harga kendaraan listrik akan melonjak dan minat masyarakat untuk beralih dipastikan merosot tajam.
Fabby memaparkan, IESR mencatat bahwa penggunaan satu unit mobil listrik sejauh 20.000 km per tahun sebenarnya mampu menekan impor BBM hingga 1.320 liter.
“Jangan sampai kita terjebak menghemat anggaran fiskal, tetapi justru membiarkan defisit neraca perdagangan membengkak akibat ketergantungan impor BBM yang terus berlanjut,” tambahnya.
Selain isu lingkungan, pencabutan insentif ini mengancam investasi industri baterai yang diproyeksikan mencapai Rp544 triliun hingga 2060. Banyak produsen saat ini tengah berada di tengah proses pembangunan pabrik dan sangat membutuhkan kepastian hukum dari pemerintah.
Fabby meminta agar insentif tetap diperpanjang guna menjaga momentum transisi energi dan melindungi hak masyarakat atas kualitas udara yang lebih bersih.
#insentif-mobil-listrik #kerusakan-lingkungan #emisi-transportasi #biaya-ekonomi #kendaraan-fosil #kebijakan-insentif #krisis-iklim #harga-kendaraan-listrik #impor-bbm #defisit-neraca-perdagangan #inve