Tujuh TItik Rawan Kemacetan di Jalur Wisata Jawa Barat

Tujuh TItik Rawan Kemacetan di Jalur Wisata Jawa Barat

Selain memantau titik wisata, sebanyak 4.711 pengemudi angkot, delman, dan becak diminta menghentikan sementara operasinya di akhir tahun 2025 ini.

(Bisnis Tempo) 27/12/25 06:48 85835

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat berfokus mengidentifikasi tujuh titik rawan kemacetan jalur wisata dan meliburkan moda transportasi angkot, delman, sampai becak di periode liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Di tujuh titik tersebut terdapat destinasi favorit wisatawan yakni Puncak, Pelabuhan Ratu, Lembang-Ciater, Ciwidey-Pangalengan, Garut, Kuningan, dan Pangandaran.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dhani Gumelar mengungkapkan selain memfokuskan pemantauan di tujuh titik wisata utama, pihaknya juga meminta pengemudi angkot, delman, dan becak untuk menghentikan sementara operasi mereka di akhir tahun 2025 ini. Total pengemudi sekitar 4.711 orang itu, diminta menghentikan sementara operasi pada tanggal 24-25 Desember dan 30-31 Desember 2025 guna mengurai kepadatan lalu lintas.

Rincian sebanyak 4.711 pengemudi itu berada di Bogor (1.825 angkot), Cianjur (1.416 angkot), Kabupaten Bandung (111 delman), Kabupaten Bandung Barat (10 delman), Kabupaten Garut (457 delman), Kabupaten Tasikmalaya (28 delman, 229 becak), Kabupaten Kuningan (100 delman), dan Kabupaten Cirebon (535 becak).

Adapun para pengemudi terdampak itu akan mendapatkan kompensasi dari penghentian operasi mereka selama periode natal 2025 dan tahun baru 2026. "Besaran kompensasi, dengan besaran Rp 200 ribu per hari per orang, yang mekanisme pembayaran dilaksanakan secara langsung sebelum tanggal 24 Desember 2025," kata Dhani di Bandung pada Jumat, 26 Desember 2025, seperti dikutip dari Antara.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan ingin meliburkan angkot di Bandung dalam mengantisipasi kepadatan lalu lintas seiring dengan libur pergantian tahun 2025-2026. Peliburan operasional angkutan kota di Bandung pada waktu-waktu yang diprediksi mengalami kepadatan luar biasa yakni tanggal 31 Desember 2025 dan 1 Januari 2026.

Angkutan kota di Kota Bandung itu diminta untuk libur dengan kompensasi yang akan diberikan pada sopir angkot dengan besaran Rp 500 ribu untuk mengganti uang operasional selama dua hari per orang.

Selama periode Nataru kali ini, Dinas Perhubungan Jawa Barat memprediksi sebanyak 21,2 juta orang melakukan perjalanan, dengan mayoritasnya sekitar 60 persen untuk kebutuhan pariwisata. Dari survei yang dilakukan sebelumnya diketahui sebanyak 21,2 juta orang atau 42 persen dari jumlah penduduk Jawa Barat sekitar 50,34 juta jiwa.

"Dari 21,2 juta orang yang akan bepergian itu, sekitar 60 persen untuk berwisata, kemudian 35,1 persen mudik, dan 4,1 persen silaturahmi tidak mudik. Sisanya 0,8 persen untuk alasan lainnya termasuk bekerja," tutur Dhani.

Para pelaku perjalanan kebanyakan berasal dari daerah Kabupaten Bogor (3.76 juta), Kabupaten Bandung (2.52 juta), Kota Bandung (1.79 juta), serta Kota Depok dan Kota Bekasi masing-masing sebanyak 1,6 juta orang. Sedangkan lima daerah tujuan yang terbanyak dalam periode Nataru 2025/2026 ini adalah Kabupaten Bandung (3.98 juta), Kabupaten Bogor (3.88 juta), Kota Bandung (3.03 juta), Kabupaten Garut (3.02 juta), dan Kabupaten Tasikmalaya (1.21 juta).

Pemerintah Provinsi menyatakan kawasan Pangandaran akan menjadi favorit dengan prediksi dikunjungi 2.069.438 orang, kemudian Kota Bandung (2.055.710 orang), Kawasan Puncak (1.652.814 orang), kemudian Lembang (904.535 orang). Kawasan Pangandaran dan Bandung jadi tujuan destinasi favorit responden dalam Nataru ini. "Pada periode ini mobil pribadi jadi pilihan utama untuk mobilisasi dengan 65,2 persen, disusul sepeda motor 15,2 persen, lalu kereta api 13,3 persen," ucap Dhani.

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sebelumnya mencatat minat masyarakat untuk menggunakan Whoosh meningkat di periode libur Natal dan tahun baru (Nataru). Pada Selasa, 24 Desember 2025 jumlah penumpang tercatat mencapai 24.439.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan tren peningkatan volume penumpang Whoosh dengan rata-rata di atas 21 ribu perhari sudah terlihat sejak akhir pekan lalu. Bahkan volume penumpang di hari ini, 25 Desember 2025 terus meningkat.

“KCIC memprediksi jumlah penumpang hari ini bisa melampaui 24 ribu penumpang karena masih banyak penumpang yang baru berangkat hari ini untuk menikmati momen liburan nataru,” ujar Eva lewat keterangan resmi, Kamis, 25 Desember 2025.

Sampai Kamis pagi, tiket yang telah terjual mencapai sekitar 16.000 tiket, dan angka tersebut diperkirakan akan terus bertambah hingga keberangkatan terakhir pukul 21.25. Adapun okupansi Whoosh hari ini di Stasiun Halim pada pagi hingga siang hari telah terjual di atas 90 persen. Sedangkan jadwal keberangkatan lainnya masih berada di kisaran 70 persen.

#wisata #nataru #jawa-barat #whoosh

https://tempo.co/ekonomi/tujuh-titik-rawan-kemacetan-di-jalur-wisata-jawa-barat-2102429