Strategi Pelaku Usaha Garap Wisata Berkualitas Indonesia di Momen Liburan Akhir Tahun

Strategi Pelaku Usaha Garap Wisata Berkualitas Indonesia di Momen Liburan Akhir Tahun

Pelaku usaha pariwisata Indonesia, seperti Golden Rama, menggeser fokus dari jumlah wisatawan ke kualitas pengalaman untuk libur Nataru, dengan strategi wisata berkualitas dan berkelanjutan.

(Bisnis.Com) 27/12/25 01:30 85795

Bisnis.com, JAKARTA - Momen libur Nataru selalu identik dengan lonjakan wisatawan. Namun di balik euforia liburan, pelaku usaha pariwisata justru menghadapi tuntutan baru, yakni menghadirkan wisata berkualitas, bukan sekadar ramai pengunjung.

Perubahan arah ini juga sejalan dengan pergeseran pariwisata Indonesia menuju konsep wisata berkualitas. Momentum Nataru menjadi panggung penting untuk menguji kesiapan industri dalam menghadirkan pengalaman yang terkelola, bernilai, dan berkelanjutan.

Dari sisi pelaku usaha, transformasi tersebut mulai terlihat pada strategi agen perjalanan besar. Golden Rama Tours & Travel, misalnya, mulai menggeser fokus bisnis dari volume wisatawan ke nilai per perjalanan yang dihasilkan.

GM Communication dan CRM Golden Rama, Ricky Hilton, mengatakan pendekatan ini merupakan keniscayaan. Menurutnya, ukuran kinerja kini tidak lagi bertumpu pada jumlah tur, melainkan nilai serta kualitas pengalaman yang diterima wisatawan.

“Pergeseran ini adalah hal yang pasti. Kami tidak hanya mengukur dari jumlah tur, tetapi kualitas pengalaman yang mereka dapat,” ujar Ricky. Strategi tersebut diterjemahkan melalui penguatan perjalanan customized dan incentive travel yang disesuaikan dengan minat wisatawan.

Secara internal, Golden Rama menargetkan pertumbuhan lini wisata berkualitas sekitar 8–11% per tahun. Meski angka detail masih dikonsolidasikan, arah transformasi ini telah menjadi komitmen jangka panjang perusahaan.

Ricky menilai wisatawan saat ini tidak lagi sekadar mengejar daftar destinasi, melainkan cerita dan makna di balik perjalanan. Perubahan perilaku ini mendorong perusahaan menghadirkan produk yang lebih personal dan tematik.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, pihaknya memperkenalkan Signature Experience seperti tur tematik, Sport Holidays, dan Wellness Escapes di kawasan Asia dan Pasifik. Segmen ini diharapkan mampu meningkatkan nilai transaksi rata-rata sekitar 4% per tahun, terutama dari kelompok usia 30–45 tahun.

Transformasi ini juga menyentuh penguatan internal perusahaan. Kapasitas konsultan perjalanan ditingkatkan melalui pelatihan di 15 cabang agar staf memahami prinsip dan produk wisata berkualitas.

Di sisi operasional, evaluasi perjalanan tidak lagi semata berbasis penjualan. Perusahaan menggabungkan umpan balik pelanggan, data kepuasan, serta aspek keberlanjutan mitra dalam menilai performa produk.

Bagi Ricky, wisata berkualitas harus berjalan seiring dengan keberlanjutan. Karena itu, Golden Rama menerapkan tiga indikator utama, yakni praktik keberlanjutan dasar, kontribusi sosial melalui program pendidikan MILES, serta penyediaan alternatif destinasi untuk menekan risiko over-tourism.

Namun transformasi ini tidak lepas dari tantangan. Infrastruktur destinasi sekunder, minimnya insentif bagi operator berkelanjutan, serta lemahnya kolaborasi antara komunitas lokal dan industri besar masih menjadi pekerjaan rumah.

Menurut Ricky, wisatawan Indonesia kini semakin sadar akan makna perjalanan dan bersedia membayar lebih untuk pengalaman yang customized serta berdampak positif. “Kami tidak lagi sekadar menjual tiket, tetapi merancang pengalaman yang bermakna,” ujarnya.

#nataru-wisata #wisata-berkualitas #pariwisata-indonesia #wisatawan-indonesia #golden-rama-tours #pengalaman-wisata #perjalanan-customized #incentive-travel #signature-experience #sport-holidays #welln

https://lifestyle.bisnis.com/read/20251227/361/1939748/strategi-pelaku-usaha-garap-wisata-berkualitas-indonesia-di-momen-liburan-akhir-tahun