Menhub Terbuka dengan Rencana Kereta Lintas Negara Sarawak-IKN

Menhub Terbuka dengan Rencana Kereta Lintas Negara Sarawak-IKN

Menhub Dudy Purwagandhi terbuka soal rencana kereta lintas negara Sarawak-IKN. Namun, masih perlu kajian mendalam dan perhitungan sebelum pembangunan dimulai.

(Bisnis.Com) 22/12/25 18:50 81552

Bisnis.com, BEKASI — Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengaku dengan senang hati terbuka terkait rencana pembangunan kereta lintas negara—Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Dudy menyampaikan bahwa telah mendengar mengenai usulan tersebut. Meski demikian, dirinya belum mendapatkan proposal secara resmi dari pihak Sarawak mengenai pembangunan kereta yang akan melewati Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

“Belum sampai ke saya [proposalnya], mungkin baru ke OIKN,” ujarnya kepada wartawan, Senin (22/12/2025).

Menurutnya, usulan dari pemerintah Sarawak layak untuk dikaji, kalau memang baik untuk masyarakat. Sementara mungkin atau tidaknya pembangunan jalur rel di Kalimantan tersebut, Dudy mengaku masih perlu melakukan perhitungan.

“Saya mesti lihat dulu hitungannya bagaimana,” tambahnya.

Adapun, Kalimantan memang belum mempunyai jalur rel, sebagaimana di Jawa dan Sumatra. Presiden Prabowo Subianto pun memang telah berencana untuk ekspansi jalur rel di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.

Dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (Ripnas) 2030 pun pemerintah menargetkan jalur rel kereta api sepanjang 1.200 kilometer (km) di Kalimantan.

Sebelumnya, Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kementerian Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK) Odo R.M. Manuhutu juga mengaku terbuka dan akan melakukan kajian soal rencana peningkatan konektivitas kereta lintas tiga negara.

Sebelum dilakukan pembangunan, perlu adanya evaluasi mengenai pro dan kontra keberadaan jalur rel di lintas negara tersebut.

Odo menekankan bahwa pemerintah memang tengah melakukan perpanjangan jalur kereta api di Indonesia dengan target 12.000 kilometer.

Pasalnya, saat ini, tercatat jalur aktif yang beroperasi baru mencapai 6.945 km dengan jalur nonaktif mencapai 2.233 km sehingga total jalur kereta mencapai 9.178 km.

Untuk menjadi negara maju pun, kata Odo, Indonesia perlu meningkatkan rasio antara jumlah penduduk di suatu wilayah dengan jalur kereta api. Peningkatan ini utamanya di tiga pulau, yakni Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.

Terlebih, saat ini juga terdapat prasarana kereta, seperti jembatan, yang telah berusia 75 tahun hingga 100 tahun.

"Pak Presiden sudah memberikan arahan kepada Pak Menko untuk melakukan percepatan perbaikan untuk revitalisasi plus perpanjang jalan rel kereta api," tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Pengangkutan Sarawak YB Dato Sri Lee Kim Shin menegaskan pentingnya kolaborasi antara Nusantara dan wilayah Kalimantan.

"Kami juga sedang mengkaji pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan tiga negara, Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Selain kereta, Kerajaan Sarawak bersiap meluncurkan maskapai baru Air Borneo pada Januari mendatang. Maskapai ini akan menghubungkan Sarawak dengan sejumlah kota di Pulau Borneo, termasuk membuka jalur langsung menuju Nusantara.

#kereta-lintas-negara #ikn #sarawak #menhub #kereta-api

https://ekonomi.bisnis.com/read/20251222/98/1938891/menhub-terbuka-dengan-rencana-kereta-lintas-negara-sarawak-ikn