Tak Parkir Dana di Bank, Bos Ritel Pilih Ekspansi Gerai Buat Dongkrak Ekonomi RI

Tak Parkir Dana di Bank, Bos Ritel Pilih Ekspansi Gerai Buat Dongkrak Ekonomi RI

Pengusaha ritel Indonesia memilih ekspansi gerai daripada menyimpan dana di bank untuk mendorong ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat UMKM.

(Bisnis.Com) 18/12/25 15:57 77536

Bisnis.com, JAKARTA — Pengusaha ritel menyatakan pihaknya lebih memilih langkah agresif dengan membuka gerai baru alih-alih menyimpan dana di perbankan sebagai upaya menggerakkan roda perekonomian nasional.

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah menyebut strategi ini akan berdampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan serapan produk dalam negeri, hingga penguatan sektor UMKM dan industri kecil menengah (IKM).

Menurutnya, sektor ritel memiliki karakter perputaran uang yang cepat sehingga dana yang tersedia akan langsung digunakan untuk ekspansi usaha.

“Untuk itu kami sektor ritel, karena kami tidak menyimpan dananya di dalam bentuk di bank. Begitu kami ada dana, teman-teman ritel itu pasti buka toko. Jadi kami kalau ada uang itu, kami langsung bukakan toko, menciptakan lapangan pekerjaan,” kata Budihardjo dalam acara Opening Ceremony BINA Indonesia Great Sale 2025 di Mall Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis (18/12/2025).

Dia menuturkan, langkah ekspansi tersebut otomatis mendorong aktivitas ekonomi di pusat perbelanjaan karena ritel langsung menyewa ruang mal, membayar pemasok, serta menyerap tenaga kerja baru.

Bahkan dia menyebut, dana ritel jarang mengendap dalam bentuk deposito lantaran harus terus berputar untuk memenuhi kewajiban operasional harian.

Lebih lanjut, Budihardjo menuturkan keberlangsungan bisnis ritel sangat bergantung pada arus pengunjung dan daya tarik produk yang ditawarkan, sehingga kualitas dan harga barang menjadi kunci agar konsumen tetap berbelanja.

“Jadi kami bukan taruh di deposito atau apa-apa, itu jarang Pak, karena uangnya muter. Besok bisa bayar supplier dan besok sudah mesti bayar sewa mal Pak Alphonzus [Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia]. Itu semua harustraffic-nya datang,” tuturnya.

Di samping itu, Hippindo juga berkoordinasi dengan sektor UMKM dan IKM, terutama dalam pencarian pemasok produk lokal yang memiliki kualitas dan daya saing. Dia menekankan, ritel siap menyerap produk-produk UMKM selama memenuhi standar pasar.

Budihardjo menilai kolaborasi tersebut sejalan dengan berbagai program pemerintah, termasuk penguatan UMKM pangan dan industri tekstil nasional agar mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Dia menyampaikan peritel juga berkomitmen mendukung kegiatan pameran berskala nasional maupun internasional di bidang perdagangan, pariwisata, dan investasi yang diharapkan dapat mendorong alih teknologi serta masuknya investasi mesin dan produksi ke Indonesia.

“Jadi barang-barangnya bisa investasi datang membawa teknologi dan mesin ke Indonesia, bisa dijual di kami,” pungkasnya.

#ritel-ekspansi #ekonomi-nasional #lapangan-kerja #produk-dalam-negeri #sektor-umkm #industri-kecil-menengah #perputaran-uang-cepat #buka-toko #pusat-perbelanjaan #sewa-mal #dana-ritel #arus-pengunjung

https://ekonomi.bisnis.com/read/20251218/12/1937947/tak-parkir-dana-di-bank-bos-ritel-pilih-ekspansi-gerai-buat-dongkrak-ekonomi-ri