Tak Semua Kendaraan Boleh Lewat Pelabuhan Merak Selama Nataru, Ini Daftarnya
Selama Nataru 2025-2026, hanya kendaraan tertentu yang bisa lewat Pelabuhan Merak. Pengaturan ini untuk mengurangi kepadatan dan mengatur arus kendaraan.
(Bisnis.Com) 16/12/25 11:09 74311
Bisnis.com, JAKARTA — Masyarakat yang akan menyeberang menggunakan kapal dari wilayah Banten menuju Lampung, tak semuanya dapat melalui Pelabuhan Merak selama masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyampaikan, hanya kendaraan tertentu yang dapat melalui Pelabuhan Merak. Hal tersebut sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Kementerian Perhubungan, Kementerian PU, dan Korps Lalu Lintas.
Pengaturan ini khususnya dilakukan di empat pelabuhan utama, yakni Pelabuhan Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk. Tujuannya, untuk memecah kepadatan kendaraan dan mencegah terjadinya penumpukan di satu lokasi.
“Pengguna yang melalui Pelabuhan Merak itu adalah pejalan kaki, kendaraan mulai dari golongan 1 kemudian golongan IVa, IVb, Va, Vb, dan golongan VIa,” ungkap Direktur Operasi dan Transformasi ASDP Rio Theodore Natalianto Lasse, dikutip pada Selasa (16/12/2025).
Sementara untuk kendaraan golongan II dan III (sepeda motor maupun kendaraan roda tiga) dan kendaraan golongan VIb dapat melalui Pelabuhan Ciwandan menuju Wika Beton (TBB).
Kemudian kendaraan golongan VII, VIII, dan IX, diarahkan menyeberang melalui Pelabuhan BBJ Bojonegoro menuju Pelabuhan BBJ Muara Pilu.
Adapun Pelabuhan PT Krakatau Bandar Samudera (Cilegon) menuju Pelabuhan Panjang (Lampung) beroperasi opsional jika terjadi antrean kendaraan angkutan barang di Pelabuhan Ciwandan dan Pelabuhan BBJ.
Arus penumpang maupun kendaraan dari arah Lampung, untuk pejalan kaki dan golongan kendaraan mulai dari I hingga VIb dapat melalui Pelabuhan Bakauheni. Sementara untuk golongan VII, VIII, dan IX, menggunakan Pelabuhan BBJ Muara Pilu.
Berdasarkan proyeksi ASDP, pergerakan penumpang di 15 lintasan pantauan nasional diperkirakan mencapai sekitar 547.348 orang, tumbuh 4,3% dibandingkan Nataru tahun lalu.
Sementara prediksi trip sebanyak 20.943 trip atau tumbuh 5,4% dari periode yang sama tahun lalu. Kemudian, akan ada peningkatan jumlah kendaraan sebesar 8,9% atau menjadi 868.622 unit.
Ketapang—Gilimanuk diprediksi akan menjadi titik lokasi penyeberangan yang paling favorit dalam masa angkutan Nataru mendatang, termasuk juga lintasan Merak—Bakauheni.
Awal pergerakan masyarakat diperkirakan akan mulai pada 19 Desember 2025 dan mencapai puncak pergerakan untuk libur Natal akan terjadi pada 23-24 Desember 2025. Sementara prediksi puncak pergerakan masyarakat untuk libur tahun baru pada 30-31 Desember 2025.
Adapun prediksi puncak arus balik masyarakat usai liburan Natal maupun tahun baru akan terjadi pada 2-3 Januari 2026.
Dalam menghadapi lonjakan tersebut, Rio menyampaikan bahwa pihaknya akan mengoperasikan kapal tambahan pada puncak pergerakan masyarakat.
“Merak-Bakauheni dari 28 armada menjadi 33 kapal per hari dengan daya serap 31.000 lebih kendaraan kecil. Kemudian Ketapang-Gilimanuk dari 28 kapal menjadi 34 kapal per hari dengan daya serap kurang lebih 15.000 kendaraan kecil per hari,” jelasnya.
Rio menyampaikan, untuk pola operasi nantinya akan dilakukan situasional. Apabila memang dibutuhkan, maka skema tiba-bongkar-berangkat akan ASDP laksanakan.
#pelabuhan-merak #nataru-2025 #kendaraan-pelabuhan #asdp-indonesia-ferry #pelabuhan-bakauheni #pelabuhan-ketapang #pelabuhan-gilimanuk #pelabuhan-ciwandan #pelabuhan-bojonegoro #pelabuhan-muara-pilu #p