Jika Negosiasi Tarif Kandas
Setelah terkatung-katung sejak awal Agustus, negosiasi lanjutan tarif resiprokal RI-Amerika Serikat dikabarkan terancam kandas.
(Bisnis Tempo) 15/12/25 09:00 72749
NEGOSIASI lanjutan soal tarif resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat terkatung-katung. Pada awal Agustus, Menteri Perdagangan Budi Santoso menargetkan kesepakatan bisa tercapai sebelum 1 September 2025. Namun hingga kini perundingan masih bergulir.Kesepakatan awal sebenarnya sudah tercapai pada 22 Juli 2025. Saat itu Presiden Prabowo Subianto menyepakati sejumlah syarat yang ditetapkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar mendapatkan penurunan tarif resiprokal, dari 32 persen menjadi 19 persen.Setelah kesepakatan awal tersebut, Indonesia masih melobi pemerintah AS untuk mendapatkan pengecualian tarif terhadap komoditas ekspor tertentu, seperti kakao, kopi, dan kelapa sawit. Pemerintah juga ingin produk-produk Indonesia yang tidak diproduksi di AS bisa memperoleh tarif 0 persen.Namun negosiasi lanjutan tersebut menggantung. Apalagi pemerintah AS sempat stop beroperasi atau shutdown pada 1 Oktober 2025. Hal ini membuat negosiasi tarif dagang dengan Indonesia ikut terhenti.Angin segar baru muncul setelah Amerika Serikat menghentikan shutdown pada pertengahan November. Kementerian Koordinator Perekonomian pun langsung menargetkan kesepakatan bisa tercapai pada bulan itu juga. Namun kabar tak sedap kembali muncul. Sejumlah media asing mewartakan ancaman gagalnya negosiasi dengan Amerika Serikat.
#donald-trump #tarif-resiprokal #tarif #amerika-serikat
https://tempo.co/ekonomi/negosiasi-tarif-terancam-kandas-2098971