Proyek MRT Bundaran HI-Kota Capai 55%, Stasiun Thamrin-Monas Hampir Rampung
Progres MRT Bundaran HI-Kota capai 55% per November 2025. Stasiun Thamrin-Monas hampir rampung dan ditargetkan beroperasi 2027. Operasional penuh hingga Kota pada 2029.
(Bisnis.Com) 10/12/25 13:58 67697
Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat mengungkapkan bahwa saat ini progres pembangunan MRT lintas Utara–Selatan atau Bundaran HI–Kota telah mencapai 55% per November 2025.
Tuhiyat menjelaskan, saat ini terowongan bertingkat yang diklaim menjadi terdalam di Indonesia juga telah terhubung dengan MRT fase I (Lebak Bulus–Bundaran HI).
Pada akhir November lalu, perkembangannya telah mencapai 55% dari target 52,24%. Capaian tersebut telah melampaui target akhir 2025 yang ditetapkan, yaitu 53,29%. Capaian melampaui target juga ditorehkan oleh setiap paket kontrak sipil.
“Untuk fase 2, pada 2027 kami akan melanjutkan tahapan pembangunan mulai dari Bundaran HI hingga Monas,” ujarnya dalam Launching Naming Rights di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Rabu (10/12/2025).
Nantinya, operasional MRT fase II tidak akan menunggu rampung sepenuhnya hingga Kota. Namun, akan dioperasionalkan sebagian.
Secara umum, paket kontrak CP202 (Thamrin–Monas) telah mencapai 90,77%. Kedua stasiun ini ditargetkan beroperasi pada 2027 mendatang.
Bangunan pintu masuk stasiun pun telah tampak berdiri. Stasiun Thamrin merupakan stasiun dengan entrance terbanyak, yaitu sembilan, serta stasiun terpanjang hingga 440 meter. Stasiun ini juga akan menjadi stasiun transit dengan lini timur–barat.
Di Stasiun Monas, pekerjaan utama meliputi reinstatement entrance 1, pengecoran dinding dan atap entrance 2, penyelesaian arsitektural pada koridor entrance 1 & 2, instalasi glass frame elevator 1, pekerjaan chemical grouting TBM docking di area shaft selatan Stasiun Harmoni, serta instalasi travelator, eskalator entrance 1, hingga partial acceptance test untuk peralatan mechanical, electrical, and plumbing.
Kemudian, paket kontrak CP203 telah mencapai 60,20%. Sejumlah pekerjaan utama seperti pemotongan king post, pengecoran kolom permanen, hingga initial drive mesin bor terowongan (TBM) 1 dari Sawah Besar ke Mangga Besar, dan perakitan (assembly) mesin bor terowongan (TBM) 2 di sisi utara Stasiun Sawah Besar masih terus dilakukan.
Sedangkan pada paket kontrak CP203, progres telah mencapai 79,20%. Sejumlah pekerjaan utama terus dikerjakan seperti struktur kolom pada entrance stasiun, backfill, hingga instalasi hanging wall pintu tepi peron (platform screen doors).
Khusus di Stasiun Glodok, tim konstruksi sedang mempersiapkan breakthrough TBM 1 ke Stasiun Mangga Besar.
Kemajuan pekerjaan paket CP205 yang meliputi sistem perkeretaapian dan rel telah mencapai 29,59% dari target 20,69%. Tim konstruksi sedang melakukan penyelesaian produksi cable tray peralatan persinyalan stasiun di segmen 1 (Bundaran HI–Monas).
Operasional keseluruhan untuk MRT hingga Kota ditargetkan pada 2029 mendatang. Dengan kata lain, masyarakat masih harus bersabar empat tahun lagi untuk dapat menggunakan MRT sampai Kota.
Di samping fase 2, pada tahun depan MRT juga akan memulai konstruksi jalur Timur–Barat dari Medan Satria Bekasi hingga Tomang, sepanjang 24,5 km.
“Kami mohon dukungan agar pembangunan ini dapat berjalan lancar tanpa hambatan,” ujarnya.
#mrt-jakarta #mrt-bundaran-hi #mrt-kota #stasiun-thamrin #stasiun-monas #pembangunan-mrt #progres-mrt #fase-2-mrt #terowongan-mrt #stasiun-glodok #cp202-thamrin-monas #cp203-sawah-besar #cp205-perkeret