Filosofi Makan Rambutan Warnai Kebijakan Fiskal Kaltim 2026
Pemerintah Kaltim optimalkan pendapatan daerah 2026 dengan intensifikasi pajak dan investasi, sejalan dengan transformasi ekonomi dan pembangunan IKN.
(Bisnis.Com) 09/12/25 10:03 65918
Bisnis.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencanangkan strategi optimalisasi pendapatan daerah yang komprehensif melalui intensifikasi Pajak Penghasilan (PPh) dan pajak alat berat sebagai respons terhadap kebijakan Transfer Ke Daerah (TKD) tahun 2026.
Langkah ini sejalan dengan upaya menjadikan Kaltim sebagai simpul pertumbuhan ekonomi baru Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.
Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Ujang Rachmad, mengilustrasikan pendekatan ini dengan analogi makan rambutan.
Hal itu disampaikan dalam acara 40 BIG Conference 2025 bertajuk Arah Bisnis 2026: Menuju Kedaulatan Ekonomi di Astara Hotel, Balikpapan, Senin (8/12/2025).
"Filosofinya ibarat makan rambutan dalam satu ikatan, kita tidak hanya mengambil yang merah (besar), tetapi juga yang hijau dan kecil," kata Ujang Rachmad.
Dia menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk menggali seluruh potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa terkecuali.
Lebih jauh, strategi pembangunan ekonomi Kaltim tidak semata-mata mengejar pertumbuhan nominal.
Pemerintah provinsi menempatkan investasi sebagai instrumen strategis untuk menciptakan lapangan kerja.
"Bagi kami, investasi bukan sekadar mengejar nominal angka, melainkan tentang pembukaan proyek baru yang mampu menyerap tenaga kerja," ujarnya.
Di sisi lain, momentum transformasi ekonomi dipandang serius seiring dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), percepatan diversifikasi ekonomi, dan penyiapan Generasi Emas Kalimantan.
Dia menilai posisi Kalimantan Timur bukan lagi hanya sebagai daerah kaya sumber daya alam, melainkan sebagai pusat strategis dalam agenda transformasi ekonomi nasional.
Dalam kerangka visi "Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas", pemerintah provinsi menekankan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada kemajuan wilayah semata.
Adapun, dia mengajak kolaborasi seluruh elemen, baik dunia usaha, investor, dan masyarakat untuk mewujudkan transformasi ekonomi tersebut.
#kebijakan-fiskal-kaltim #optimalisasi-pendapatan-daerah #intensifikasi-pajak-penghasilan #pajak-alat-berat #transfer-ke-daerah-2026 #pertumbuhan-ekonomi-kaltim #filosofi-makan-rambutan #pendapatan-asl