BTN Tawarkan Obligasi Rp2,3 Triliun, Perkuat Modal & Pembiayaan KPR
BTN menawarkan dua obligasi senilai Rp2,3 triliun untuk memperkuat modal dan mendukung pembiayaan perumahan. Obligasi sosial berkupon 5,30% dan subordinasi 6,65%.
(Bisnis.Com) 06/12/25 10:37 63008
Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) meluncurkan dua instrumen surat utang sekaligus pada Desember ini, yakni Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Tahap I/2025 dan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Tahap I/2025, dengan total nilai penawaran mencapai Rp2,3 triliun.
Aksi korporasi ini merupakan bagian dari program Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) yang memiliki total target penghimpunan dana hingga Rp15 triliun.
Dalam prospektus ringkas yang diterbitkan 5 Desember 2025 , BTN menjelaskan bahwa penerbitan dua instrumen ini menjadi strategi perseroan untuk menjaga keberlanjutan pendanaan proyek sosial.
Selain itu penerbitan surat utang ini sekaligus memperkuat struktur permodalan dalam mendukung ekspansi kredit, terutama di segmen pembiayaan perumahan.
Tawarkan Kupon 5,30%, Jangka Waktu 3 Tahun
Pada instrumen sosial, BTN menawarkan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Tahap I/2025 senilai Rp300 miliar. Obligasi ini diterbitkan dengan tingkat bunga tetap 5,30% per tahun dan tenor tiga tahun, dengan pembayaran kupon dilakukan setiap triwulan hingga jatuh tempo pada 12 Desember 2028.
Instrumen ini menyasar investor yang berfokus pada pembiayaan dampak sosial. BTN memastikan seluruh dana yang dihimpun setelah dikurangi biaya emisi akan dialokasikan untuk membiayai atau membiayai kembali proyek-proyek sosial, termasuk infrastruktur dasar terjangkau, perumahan rakyat, penciptaan lapangan kerja, serta pembiayaan UMKM dan mikro.
BTN menetapkan porsi mayoritas 80 sampai dengan 100% untuk pembiayaan baru, sementara refinancing dibatasi maksimal 20%. Seluruh alokasi dana wajib dilaporkan kepada OJK secara tahunan dan direviu oleh penyedia reviu eksternal sesuai ketentuan POJK No. 18/2023.
Obligasi ini meraih peringkat idAAA dari Pefindo, mencerminkan profil risiko yang sangat rendah. Namun BTN juga menegaskan bahwa obligasi sosial ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, melainkan ditopang oleh keseluruhan aset perseroan sesuai ketentuan KUH Perdata.
Obligasi Subordinasi Pasang Kupon 6,65%
Instrumen kedua, Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Tahap I/2025, diterbitkan dengan jumlah pokok Rp2 triliun, tingkat bunga tetap 6,65% per tahun, dan tenor lima tahun hingga jatuh tempo pada 12 Desember 2030.
Dana yang diperoleh dari obligasi subordinasi sepenuhnya akan digunakan untuk memperkuat permodalan BTN sebagai modal pelengkap (Tier-2). Langkah ini menjadi bagian dari strategi bank dalam menjaga rasio kecukupan modal, sekaligus menyediakan ruang bagi ekspansi kredit, khususnya pada segmen pembiayaan pemilikan rumah.
Dengan karakter subordinasi, investor menerima risiko tambahan. Dalam prospektus, BTN menegaskan bahwa obligasi subordinasi dapat di-write down jika OJK menilai perseroan berada pada titik non-viability sesuai regulasi POJK 11/2016 dan 27/2022. Instrumen ini juga tidak dijamin serta memiliki prioritas tagihan lebih rendah dibanding kreditur lain.
Obligasi subordinasi ini mengantongi rating idAA dari Pefindo, mencerminkan kualitas tinggi namun dengan risiko moderat jika dibanding obligasi senior.
Perseroan menargetkan seluruh dana pada obligasi sosial dapat dialokasikan sepenuhnya dalam waktu maksimal dua tahun sejak penerbitan. Setiap instrumen akan dikelola melalui rekening khusus untuk memastikan ketertelusuran penggunaan dana.
BTN juga menyampaikan bahwa bila terdapat perubahan penggunaan dana, bank wajib mengajukan rencana perubahan kepada OJK maksimal 14 hari sebelum RUPO, disertai reviu dari penyedia jasa evaluasi eksternal.
Penerbitan dua instrumen ini menjadi bagian dari strategi besar BTN membangun fondasi pendanaan yang lebih berkelanjutan, terutama sejalan dengan mandat perseroan sebagai bank himpunan negara yang fokus pada pembiayaan perumahan rakyat.
Obligasi berwawasan sosial akan menopang pipeline pembiayaan rumah terjangkau, sementara obligasi subordinasi memperkuat modal untuk memperluas ekspansi kredit, termasuk segmen KPR subsidi dan non-subsidi.
Dengan total fasilitas PUB yang disiapkan hingga Rp15 triliun, BTN menunjukkan komitmen jangka panjang pada pembiayaan sosial serta penguatan fundamental keuangan di tengah dinamika industri perbankan.
Adapun kedua instrumen baik obligasi sosial maupun subordinasi ditawarkan dengan skema kesanggupan penuh alias full commitment. Empat penjamin pelaksana emisi terlibat dalam aksi ini yaitu PT CIMB Niaga Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.
BTN akan membuka masa penawaran umum pada 8–9 Desember 2025, dengan penjatahan pada 10 Desember. Distribusi secara elektronik dilakukan pada 12 Desember 2025, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia dijadwalkan pada 15 Desember 2025. Pembayaran kupon baik untuk obligasi sosial maupun subordinasi dilakukan setiap tiga bulan.
Berikut jadwal obligasi BTN:
- Tanggal Efektif : 4 Desember 2025
- Masa Penawaran Umum : 8-9 Desember 2025
- Tanggal Penjatahan : 10 Desember 2025
- Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan : 12 Desember 2025
- Tanggal Distribusi secara Elektronik : 12 Desember 2025
- Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 15 Desember 2025
#btn-obligasi #obligasi-btn #obligasi-sosial #obligasi-subordinasi #obligasi-berkelanjutan #obligasi-btn-2025 #obligasi-rp2 #3-triliun #obligasi-perumahan #obligasi-kupon-tetap #obligasi-tenor-lima-tahu