Jelajah Ekonomi Sulsel 2025: Peran Yayasan Hadji Kalla Menghapus Status Miskin Ekstrem 73 Desa Terpencil
Yayasan Hadji Kalla melalui program Desa Bangkit Sejahtera berupaya mengentaskan kemiskinan ekstrem di 73 desa terpencil Sulsel dengan pemberdayaan ekonomi, sosial, dan lingkungan.
(Bisnis.Com) 06/12/25 09:02 62935
Bisnis.com, MAKASSAR - Yayasan Hadji Kalla mengambil peran dalam upaya pengentasan kemiskinan dengan menjalankan program Desa Bangkit Sejahtera (DBS) di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang telah dimulai sejak 2015.
Hingga saat ini sudah ada 73 desa terpencil dengan status miskin ekstrem yang telah dibina oleh Yayasan Hadji Kalla. Fokus mereka adalah pemberdayaan ekonomi dengan upaya meningkatkan pendapatan masyarakat.
Program Manager Community Development Lembaga Amil Zakat (LAZ) Hadji Kalla, Erny Rachmi Nurdin, mengatakan kontribusi tersebut merupakan bentuk kepedulian Kalla Group terhadap wilayah terluar yang kerap terabaikan, dengan fokus utama pada peningkatan taraf ekonomi, kesejahteraan sosial, dan kelestarian lingkungan.
Pemilihan lokasi binaan mengacu pada hasil kolaborasi dengan Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PMK) untuk mendapatkan data lokus kemiskinan ekstrem.
Desa yang disasar harus memiliki jumlah penduduk miskin ekstrem minimal 30% dari total populasi, yang secara otomatis mencakup wilayah tertinggal, terluar, dan terpencil. Kriteria ini akan memastikan intervensi tepat sasaran pada wilayah yang paling membutuhkan.
"Salah satu indikator yang kami gunakan untuk memilih calon desa binaan adalah indikator individu miskin ekstrem," ungkap Erny Rachmi Nurdin kepada Tim Jelajah Ekonomi Sulsel 2025, Jumat (5/12/2025).
Lebih lanjut, program pemberdayaan dalam Desa Bangkit Sejahtera lebih menitikberatkan pada pengembangan komoditas pertanian.
Sektor tersebut menjadi yang paling potensial di wilayah Sulawesi, sehingga hasilnya bisa langsung terasa oleh masyarakat.
Contohnya dengan melakukan pelatihan teknik budidaya. Warga umumnya dibekali pelatihan intensif untuk meninggalkan teknik konvensional, khususnya dalam budidaya seperti nilam dan bawang merah.
Materi yang diajarkan meliputi pengaturan jarak tanam yang optimal dan metode penanggulangan hama yang efektif.
Kemudian ada bantuan varietas unggul kepada masyarakat yang diberikan bantuan bibit atau benih komoditas pertanian dengan varietas unggul. Bantuan ini diharapkan dapat dikembangkan dan dihibahkan secara berkelanjutan.
"Alhamdulillah, tahun ini semua yang kami targetkan, itu misalnya peningkatan pendapatan masyarakat minimal 15% itu tercapai," ujar Erny.
Dia menambahkan bahwa program Desa Bangkit Sejahtera dijalankan melalui 3 pilar utama yang saling mendukung untuk mencapai kesejahteraan komprehensif.
Antara lain ekonomi yakni dengan meningkatkan pendapatan dan taraf ekonomi masyarakat melalui pengembangan komoditas unggulan dan teknik budidaya modern.
Kedua sosial, dengan meningkatkan kesejahteraan sosial yang mencakup kesehatan, keterampilan, dan pendidikan.
Kemudian lingkungan, dengan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian dan mitigasi bencana.
"Dengan mengintegrasikan ketiga aspek ini, Yayasan Hadji Kalla berharap desa-desa binaan tidak hanya terlepas dari status miskin ekstrem, tetapi juga menjadi mandiri, sehat secara sosial, dan sadar akan kelestarian lingkungan hidupnya," tutup Erny.
#ekonomi-sulsel #yayasan-hadji-kalla #desa-bangkit-sejahtera #pengentasan-kemiskinan #miskin-ekstrem #pemberdayaan-ekonomi #peningkatan-pendapatan #wilayah-terpencil #komoditas-pertanian #pelatihan-bud