Tahun Ini Pertumbuhan Kredit Kurang Bergairah, Bagaimana Prediksi 2026?

Tahun Ini Pertumbuhan Kredit Kurang Bergairah, Bagaimana Prediksi 2026?

Pada 2025, simpanan bank tumbuh lebih cepat dari kredit, dengan DPK naik 11% dan kredit 7,3%.

(Bisnis.Com) 04/12/25 09:13 60380

Bisnis.com, JAKARTA — Industri perbankan memasuki fase yang tidak biasa pada 2025 ketika pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) melaju dua digit, tetapi kredit justru menurun kecepatannya. Kondisi ini dinilai menandai pergeseran mesin pertumbuhan perbankan, sekaligus menegaskan urgensi akselerasi fiskal pada 2026.

Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Andry Asmoro menjelaskan bahwa kemungkinan proyeksi pertumbuhan kredit akan mencapai di high single digit.

“Kalau tahun lalu pertumbuhan kredit itu merupakan salah satu yang tertinggi dalam 6 tahun terakhir sementara DPK-nya salah satu yang terendah, kalau kita lihat saat ini posisinya kebalik di tahun ini,” ujarnya dalam Macro Economic Outlook, Rabu (3/11/2025).

Pada 2025, DPK justru tumbuh kuat di kisaran 11% sementara kredit relatif tersendat di 7,3% per Oktober 2025. Likuiditas perbankan pun terjaga, tercermin dari loan to deposit ratio (LDR) di 84,26%.

Mandiri melihat dorongan likuiditas dari pemerintah dan Bank Indonesia telah membuat perbankan memiliki ruang pendanaan yang cukup, sehingga faktor penghambat kredit lebih banyak berkaitan dengan risiko dan permintaan, bukan pendanaan.

Andry menilai momentum pertumbuhan memang sempat hilang pada semester pertama 2025 karena proses konsolidasi pemerintahan. Dia mengatakan bahwa hal tersebut wajar dan ikut menahan laju penyaluran kredit, terutama pada segmen UMKM dan konsumer.

Kedua segmen ini menunjukkan tekanan kualitas aset. NPL UMKM naik menjadi 4,55%, sementara NPL konsumer mencapai 2,38%. Sementara itu, segmen korporasi justru mencatat perbaikan dengan penurunan NPL menjadi 1,46%.

Menurutnya, tekanan di dua segmen tersebut erat kaitannya dengan pendapatan kelas menengah yang stagnan. Kelas menengah selama ini menjadi penopang multifungsi yakni penyedia DPK, kontributor pajak, hingga motor kredit konsumer dan UMKM. Perbaikan pendapatan kelompok ini akan berpengaruh langsung terhadap kualitas aset dan permintaan kredit.

Arah pemulihan mulai terlihat menjelang akhir tahun. Aktivitas usaha, tercermin dari Monday Responding Index, mulai rebound pada kuartal IV setelah melemah di semester pertama.

Namun, sejumlah proyek dan pelaku bisnis masih menunda pencairan kredit karena kehati-hatian. Kredit modal kerja yang menyumbang 53% dari total portofolio industri, menjadi salah satu yang paling melambat sehingga menarik turun angka kredit agregat.

Di sisi lain, posisi likuiditas yang kuat membuka peluang akselerasi begitu permintaan pulih. Andry menilai belanja pemerintah pada 2026 akan menjadi faktor paling krusial.

“Kalau akselerasi itu bisa berjalan dan bertumbuh, ini tentu saja akan berdampak kepada dua sisi baik dari sisi aset maupun dari sisi liabilitas,” ujarnya.

Dia menekankan bahwa pembukaan lapangan kerja melalui belanja pemerintah akan memperkuat pendapatan kelompok menengah dan memulihkan dua baling-baling utama yang melambat, yakni UMKM dan konsumer. Segmen tersebut selama ini menjadi penyumbang ekonomi domestik yang paling sensitif terhadap dinamika fiskal.

Dengan arah kebijakan yang lebih jelas menjelang pergantian tahun, Bank Mandiri memandang peluang percepatan kredit terbuka lebih lebar pada 2026.

Seiring dengan hal ini, tim ekonom Bank Mandiri memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV/2025 mencapai 5,08% secara tahunan (year on year/YoY).

Proyeksi itu sedikit lebih tinggi daripada realisasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2025 sebesar 5,04% maupun pada kuartal IV/2024 sebesar 5,02%.

#pertumbuhan-simpanan #pertumbuhan-kredit #proyeksi-2026 #industri-perbankan #dana-pihak-ketiga #akselerasi-fiskal #likuiditas-perbankan #loan-to-deposit-ratio #risiko-kredit #permintaan-kredit #kualit

https://finansial.bisnis.com/read/20251204/90/1934000/tahun-ini-pertumbuhan-kredit-kurang-bergairah-bagaimana-prediksi-2026