Prudential Dorong Nasabah Pakai Autodebit, Cegah Lupa dan Salah Bayar
Prudential mendorong nasabah beralih ke autodebit untuk pembayaran premi guna menghindari kesalahan dan menjaga polis tetap aktif, didukung program PRUPoints.
(Bisnis.Com) 28/11/25 09:18 53391
Bisnis.com, JAKARTA — PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) dan PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) mendorong para nasabahnya untuk mengubah metode pembayaran premi dari tunai menjadi melalui autodebit, karena terdapat banyak keuntungan dari perubahan tersebut.
Head of Corporate Communications Prudential Indonesia Dewi Mayasari mengatakan bahwa penggunaan autodebit bisa menghilangkan kelemahan penggunaan sistem tunai sebagai metode pembayaran. Menurutnya, nasabah bisa lupa membayar premi, melakukan kesalahan pembayaran, hingga melakukan pembayaran ke pihak yang tidak berwenang menerima pembayaran.
“Untuk itu, autodebit adalah salah satu cara yang teraman,” ungkap Dewi di acara peluncuran PRUPoints di PRUUniversity, Jakarta Selatan, Kamis (27/11/2025).
Dia ingin memastikan bahwa para nasabah terlindungi dan pembayaran premi datang dengan tepat kepada perusahaan. Dorongan untuk mengubah metode pembayaran tersebut kini juga didukung dengan diluncurkannya PRUPoints, program loyalitas Prudential bagi nasabahnya.
“Jadi, kami memberikan point rewards untuk mengajak lebih banyak nasabah lagi yang mengubah pembayarannya ke autodebit sehingga lebih aman dan, tentunya, polisnya terus aktif,” ujar Dewi ketika diwawancara pada acara peluncuran tersebut.
Dewi menyebut bahwa peralihan menuju autodebit juga akan menghindarkan polis asuransi dari menjadi tidak berlaku (lapse) karena pemegang polis tidak memenuhi kewajibannya, terutama dalam membayar premi sehingga kontrak hangus.
Selain melalui berbagai kampanye untuk mendorong peralihan dari cara tunai ke autodebit, Prudential juga mencegah terjadinya lapse dengan memberikan pengingat secara personal melalui berbagai media kepada para nasabahnya untuk memenuhi kewajibannya. Upaya-upaya tersebut dilakukan Prudential untuk meyakinkan masyarakat agar semakin dapat percaya kepada perusahaan asuransi.
Head of Marketing, Communications, and Customer Management Prudential Syariah Adhi Nugraha Sugiharto mengatakan bahwa saat ini penetrasi asuransi di Indonesia masih terlalu kecil sehingga perusahaannya ingin melindungi lebih banyak masyarakat.
Adhi mengatakan bahwa peningkatan penetrasi untuk melindungi masyarakat, yang saat ini masih dalam kisaran angka 1%, juga merupakan target utama dari semua pemain industri asuransi di Indonesia.
“Katanya 80 juta keluarga, lho, [yang] belum terlindungi oleh asuransi yang lebih baik lagi,” tegas Adhi dalam acara yang sama.
Saat ini, Prudential mengatakan bahwa masyarakat lebih meminati produk-produk asuransi tradisional, seperti asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Terdapat pula variasi-variasi dari produk tradisional tersebut yang diminati oleh masyarakat, seperti asuransi kesehatan syariah, penyakit kritis, hingga asuransi bagi pasangan yang baru menikah.
“[Masyarakat] ingin [asuransi] yang lebih simpel, yang manfaatnya: kalau kesehatan, kesehatan saja, kalau jiwa, jiwa saja,” jelas Dewi. (Laurensius Katon Kandela)
#autodebit-prudential #prudential-indonesia #prudential-syariah #metode-pembayaran-premi #keuntungan-autodebit #premi-asuransi #lapse-asuransi #program-loyalitas-prudential #prupoints #penetrasi-asuran