Penasihat Sekjen PBB: Perusahaan Wajib Perhatikan Kesehatan Finansial Pekerja
Perusahaan harus memastikan kesehatan finansial pekerja untuk meningkatkan produktivitas dan stabilitas bisnis, kata Ratu Maxima dalam acara di Jakarta.
(Bisnis.Com) 28/11/25 07:08 53260
Bisnis.com, JAKARTA — Penasihat Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Kesehatan Finansial (UNSGSA) Ratu Máxima menyoroti pentingnya peran perusahaan dalam menjaga kesehatan finansial pekerja demi meningkatkan produktivitas dan ketahanan bisnis.
Ratu Máxima menuturkan bahwa kesehatan keuangan karyawan kerap menjadi isu tersembunyi yang berdampak langsung pada performa tenaga kerja. Padahal, masih banyak pekerja yang mengalami tekanan akibat kondisi finansial pribadi, terutama terkait utang dan biaya hidup.
Dia menuturkan, ketika seseorang tidak percaya diri dan terlalu stres memikirkan kondisi keuangannya, hal itu sangat menguras tenaga. Ratu Máxima menuturkan, tekanan finansial dapat menggerus konsentrasi dan motivasi.
Menurutnya, seseorang dapat bekerja seperti biasa setiap hari, tetapi pikirannya hanya tertuju pada upaya pembayaran utang.
"Itu tentu memengaruhi produktivitas mereka. Karena itu, bagi pemberi kerja, sangat penting memastikan para pekerjanya juga sehat secara finansial,” ujarnya dalam National Financial Health Event di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta pada Kamis (27/11/2025).
Ratu Máxima menilai, perusahaan perlu lebih proaktif menyediakan ekosistem yang mendukung kesehatan keuangan. Hal tersebut meliputi program literasi finansial hingga akses terhadap produk keuangan yang aman dan terjangkau.
Menurutnya, upaya-upaya tersebut bukan hanya memberi manfaat bagi pekerja, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas bisnis dan pertumbuhan ekonomi.
Dia juga menyoroti perlunya menghapus tabu terkait pembahasan keuangan pribadi di lingkungan kerja maupun masyarakat luas.
“Kita harus bicara soal uang, meski kadang terasa tabu. Padahal semua orang menghadapi tantangan yang sama,” tuturnya.
Menurutnya, menormalisasi pembicaraan tentang kondisi finansial dapat meningkatkan kesadaran, memperkuat kepercayaan diri, serta mendorong perubahan perilaku yang lebih sehat dalam jangka panjang.
Data dari UNSGSA mencatat, enam dari sepuluh orang Indonesia menyatakan bahwa pendapatan mereka tidak cukup untuk menutup kebutuhan hidup dasar. Sementara itu, sekitar 58% orang mengakhiri bulan tanpa sisa dana sama sekali.
Selanjutnya, hampir empat dari sepuluh orang tidak dapat menanggung pengeluaran besar tanpa berutang atau meminta bantuan keluarga dan teman.
UNSGSA menyebut, rata-rata rumah tangga Indonesia mengalokasikan 75% pendapatan untuk konsumsi sehari-hari dan 11% untuk pembayaran utang, sehingga hanya tersisa 14% untuk tabungan.
Adapun, data itu juga menyebut separuh konsumen kini mengandalkan layanan Buy Now, Pay Later (BNPL), dan tiga dari sepuluh menggunakan pinjaman kilat (payday loans) untuk mengelola keuangan sehari-hari.
Enam dari sepuluh pengguna kartu kredit hanya membayar tagihan minimum, sementara tiga dari sepuluh mengakui memiliki utang yang terlalu besar. Kemudian, separuh pengguna BNPL adalah anak muda berusia 18—35 tahun.
#kesehatan-finansial #kesehatan-keuangan #produktivitas-pekerja #tekanan-finansial #literasi-finansial #utang-pribadi #ekosistem-keuangan #stabilitas-bisnis #pertumbuhan-ekonomi #pembahasan-keuangan #k