Potret Tumpukan Sampah Menggunung di Pantai Padang Akibat Bencana Hidrometeorologi
Pantai Padang, Sumatra Barat, dipenuhi sampah akibat hujan deras dan banjir. Sampah terbawa arus sungai ke muara, menumpuk di pantai.
(Bisnis.Com) 27/11/25 11:48 52225
Bisnis.com, PADANG – Pemandangan kawasan wisata Pantai Padang, Sumatra Barat, berubah menjadi tumpukan sampah yang menggunung semenjak hujan deras yang turun dengan intensitas tinggi sepekan ini.
Salah seorang warga, Rio, mengatakan tumpukan sampah itu merupakan pemandangan yang biasa ketika musim hujan melanda Padang dengan intensitas yang tinggi. Sampah-sampah itu terbawa dari arus sungai yang kemudian terbawa hingga ke pintu muara.
“Pantai Padang ini berdekatan dengan Muara Purus atau dikenal dengan Muaro Lasak. Bila hujan turun, air sungai mengalir ke muara ini membawa banyak sampah. Makanya, banyak sampah terdampar dan menumpuk di bibir pantai Padang ini,” katanya, Rabu (26/11/2025).
Menurutnya kendati persoalan ini merupakan hal yang biasa dilihat pada setiap musim hujan, namun ada keresahan dari masyarakat karena kondisi bibir pantai benar-benar tidak nyaman untuk dilihat, bahkan terkadang menimbulkan aroma yang tidak sedap.
“Sampah yang dibawa \'merah\', termasuk ada bangkai hewan juga,” ujarnya.
Rio bilang kondisi ini sebenarnya telah mendapat respons oleh Pemkot Padang. Ada alat berat yang diturunkan untuk membersihkan tumpukan sampah yang ada di Pantai Padang tersebut. Namun, untuk kondisi saat ini, lanjutnya, belum terlihat adanya alat berat untuk membersihkan kondisi pantai.
Sementara itu, Kepala DLH Kota Padang Fadelan Fitra Masta mengatakan kondisi tumpukan sampah yang terjadi di kawasan Pantai Padang memang sudah menjadi pemandangan yang biasa, terutama saat hujan turun dalam intensitas tinggi yang menyebabkan bencana banjir terjadi di bagian hulu sungai.
“Ketika kondisi seperti ini, memang kondisi di Pantai Padang jadi fokus kami untuk dibersihkan. Bahkan sebagian besar petugas orange DLH melakukan pembersihan, bahkan terkadang turut menurunkan alat berat. Tapi untuk hari ini, alat berat yang ada di Pantai Padang lagi dikerahkan membantu pembersihan material longsor,” jelasnya.
Fadelan menjelaskan pada kondisi bencana seperti ini, rata-rata sampah yang menumpuk di Pantai Padang diperkirakan mencapai 40 ton, dan untuk mengangkut sampah-sampah itu, DLH mengerahkan truk-truk dan kemudian diantar ke tempat pembuangan akhir sampah di Aia Dingin.
“Butuh 20 truk untuk mengangkut. Nah, untuk sekarang mengingat hujan masih turun, petugas DLH turun setiap hari di lokasi Pantai Padang ini,” ungkapnya.
Menurutnya banyak tumpukan sampah di Pantai Padang itu, bukan hanya tentang berbagai jenis sampah yang terbawa arus sungai hingga sampah ke pintu muara. Tapi, apabila banjir melanda kawasan pemukiman, maka sampah-sampah dan barang bekas yang ada di kawasan pemukiman juga akan terbawa arus sungai.
“Jadi, bukan murni sampah-sampah yang ada di sepanjang sungai. Tapi banjir yang meluas hingga ke pemukiman, juga menjadi penyebab banyaknya sampah sampai ke tepi pantai,” sebutnya.
Fadelan bilang bicara soal antisipasi, DLH Padang telah menerapkan jaring apung di beberapa titik aliran sungai. Namun, cara itu hanya mampu untuk menahan sampah harian masyarakat yang dibuang ke sungai. Jaring apung itu, tidak ampuh untuk menahan sampah dalam kondisi banjir.
#pantai-padang #tumpukan-sampah #bencana-hidrometeorologi #sampah-pantai #muara-purus #musim-hujan #alat-berat #pemkot-padang #dlh-padang #banjir-padang #sampah-muara #pembersihan-pantai #sampah-sungai