Bursa Asia Dibuka Menguat, Investor Cermati Ketegangan Dagang AS-China
Bursa Asia menguat di tengah ketegangan dagang AS-China. Investor cermati pernyataan Trump dan sinyal gencatan tarif dari Menteri Keuangan AS.
(Bisnis.Com) 16/10/25 09:32 5164
Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Asia dibuka menguat pada Kamis (16/10/2025) seiring dengan sikap investor menimbang kembali ketegangan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.
Berdasarkan data Bloomberg, indeks Topix Jepang terpantau naik 0,43% ke level 3.198,03. Indeks S&P/ASX 200 Australia terpantau menguat 1,11% pada level 9.092,10. Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan terpantau naik 1,80% ke level 3.722,93.
Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,7%, didorong penguatan saham di Jepang, Australia, dan Korea Selatan. Sebaliknya, indeks saham China CSI 300 dibuka melemah tipis.
Pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa negaranya tengah “terjebak dalam perang dagang” dengan China, serta sinyal dari Menteri Keuangan Scott Bessent terkait kemungkinan perpanjangan gencatan tarif jangka panjang, membuat pasar berfluktuasi tajam.
Setelah beberapa bulan relatif tenang, tensi antara Washington dan Beijing kembali meningkat, membuat pergerakan saham bergejolak pasca aksi jual besar pada akhir pekan lalu.
“Saya melihat banyak langkah saling balas ini sebagai bagian dari taktik negosiasi,” ujar Nick Twidale, Kepala Analis Pasar AT Global Markets di Sydney.
Twidale menjelaskan, volatilitas masih akan terus terjadi di setiap pembaruan dari kedua pihak, dan arah pasar baru akan terlihat setelah ada kejelasan yang lebih pasti.
Trump berbicara hanya beberapa jam setelah Bessent mengisyaratkan kemungkinan memperpanjang masa jeda tarif impor barang China lebih dari tiga bulan, asalkan Beijing menangguhkan rencana pembatasan ekspor logam tanah jarang (rare earth).
AS dan China diketahui telah beberapa kali menyepakati gencatan tarif selama 90 hari sejak awal tahun ini, dengan tenggat waktu berikutnya akan berakhir pada November mendatang.
Sementara itu, pelaku pasar juga mulai meningkatkan taruhan terhadap kemungkinan The Federal Reserve akan memangkas suku bunga secara lebih agresif sebelum akhir tahun, dibandingkan proyeksi kebanyakan analis.
Pasar saham global saat ini tengah memasuki fase koreksi ringan setelah mengalami salah satu periode reli enam bulan terbaik sejak 1950-an. Namun, koreksi tersebut sejauh ini belum berlangsung lama, didukung optimisme bahwa pemangkasan suku bunga The Fed akan terus menjaga momentum positif bagi kinerja korporasi AS.
#bursa-asia #saham-asia #ketegangan-dagang #as-china #indeks-topix #indeks-s-amp-p-asx-200 #indeks-kospi #indeks-msci-asia-pacific #saham-china #perang-dagang #donald-trump #scott-bessent #washington-b