Emiten Migas Happy Hapsoro (RATU) Bidik Laba Bersih Rp233,13 Miliar Akhir 2025
PT Raharja Energi Cepu (RATU) targetkan laba bersih US$14 juta akhir 2025 meski pendapatan turun. Laba naik 28,4% YoY, didukung pengendalian biaya.
(Bisnis.Com) 26/11/25 13:12 50864
Bisnis.com, JAKARTA – Emiten afiliasi Happy Hapsoro, PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU) membidik laba bersih sekitar US$14 juta, atau setara Rp233,13 miliar (kurs Rp16.652 per dolar AS) pada akhir 2025.
Direktur RATU, Adrian Hartadi memaparkan bahwa dalam periode Januari-September 2025, RATU membukukan laba bersih sebesar US$11,8 juta atau sekitar Rp196,49 miliar. Laba bersih tersebut naik 28,4% secara year on year (YoY).
"Apabila kita disetahunkan, diperkirakan kita bisa menutup tahun ini di sekitar US$14 jutaan. Kita masih menunggu satu bulan ke depan seperti apa," ujarnya dalam public expose daring, Rabu (26/11/2025).
Kenaikan laba bersih dibukukan saat pendapatan RATU dalam 9 bulan 2025 susut 13% YoY menjadi US$37,6 juta.
Penurunan pendapatan tersebut disebabkan salah satunya karena volume lifting minyak dan gas (migas) yang lebih rendah, yaitu dari 52,61 thousand barrels of oil equivalent (MBOEPD) pada periode yang sama 2024 menjadi 52,61 MBOEPD pada 9 bulan 2025.
"Selain itu juga karena average selling price yang lebih rendah karena memang rata-rata harga minyak dunia dibandingkan dengan tahun lalu dan tahun ini, memang tahun ini lebih rendah," ujar Adrian.
Sejalan dengan pendapatan yang mengecil, cost of goods sold (COGS) atau beban pokok penjualan RATU juga turun 32% YoY menjadi US$19,1 juta. Adrian menjelaskan, penurunan ini mencerminkan berkurangnya aktivitas eksplorasi setelah menyelesaikan komitmen operator wajib pada 2024.
Akibatnya, selain membuat laba bersih RATU meningkat 28,4% YoY, EBITDA perseroan juga meningkat sebesar 4,8% YoY menjadi US$23,7 juta.
Sementara dari sisi neraca keuangan, hingga 30 September 2025 total aset RATU meningkat menjadi US$66,3 juta, terutama didorong oleh saldo kas yang lebih tinggi dalam aset lancar.
Sementara itu, total liabilitas turun menjadi US$20,4 juta setelah pembayaran pinjaman dan reklasifikasi utang. Adapun, ekuitas perseroan menguat signifikan menjadi US$45,8 juta, didukung oleh modal yang dikumpulkan dari IPO pada awal 2025.
Menilik rasio keuangan, Adrian merinci bahwa EBITDA margin RATU pada kuartal III/2025 ini mencapai 57,5%. Margin tersebut tetap bisa dijaga di atas 50% didukung oleh pengendalian biaya yang stabil. Sementara itu, net profit margin mengalami peningkatan moderat menjadi 31,5% karena biaya pendapatan yang lebih rendah.
Berdasarkan data perseroan, DSCR atau debt service coverage RATU tetap tinggi di level 2,36 kali, yang mencerminkan kemampuan pembayaran utang yang kuat. Sederhananya, untuk setiap Rp1 kewajiban pembayaran utang, perusahan memiliki Rp2,36 kas untuk membayarnya.
Berikutnya, return on asset (ROA) dan return on equity (ROE) RATU juga menunjukkan peningkatan konsisten sejak IPO pada kuartal I/2025 lalu, menjadi masing-masing sebesar 17,9% dan 25,8% pada kuartal III 2025.
"Mungkin apabila dibandingkan dengan perusahaan lainnya, ini RATU juga cukup mempunyai return on equity yang cukup tinggi," tandasnya.
#emiten-migas #happy-hapsoro #pt-raharja-energi-cepu #laba-bersih #us-14-juta #akhir-2025 #adrian-hartadi #pendapatan-ratu #volume-lifting-migas #harga-minyak-dunia #cost-of-goods-sold #ebitda-perseroa