Menanti Taji Hans Putuwo Benahi GOTO, Lanjut Hingga Merger Grab?
Hans Patuwo menggantikan Patrick Walujo sebagai CEO GOTO, memicu spekulasi merger dengan Grab. Perubahan ini bertujuan meningkatkan profitabilitas dan efisiensi.
(Bisnis.Com) 25/11/25 06:00 48889
Bisnis.com, JAKARTA — Perombakan manajemen emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) disebut-sebut sebagai karpet merah untuk melancarkan proses merger dengan Grab. Adapun, GOTO kini dinakhodai oleh Hans Patuwo menggantikan Patrick Walujo.
Mengacu pada keterbukaan informasi perseroan, GOTO menyampaikan bahwa Patrick Walujo telah mengundurkan diri dari posisi Direktur Utama Perseroan. Selanjutnya, GOTO menyebut bahwa tongkat kepemimpinan akan diteruskan oleh Hans Patuwo.
“Bapak Sugito Walujo mengundurkan diri dari posisinya sebagai Direktur Utama Perseroan dan tongkat kepemimpinan akan dilanjutkan oleh Bapak Hans Patuwo yang akan dinominasikan sebagai Direktur Utama Perseroan dan Chief Executive Officer,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi Senin (24/11/2025).
Nominasi Hans akan diajukan dalam RUPSLB mendatang, sebagai bagian dari proses suksesi yang disebut telah disiapkan secara ketat demi menjaga stabilitas dan kesinambungan strategi GOTO.
Manajemen menegaskan proses transisi ini mencerminkan komitmen menuju fase pertumbuhan berikutnya dan profitabilitas berkelanjutan.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata menjelaskan pergantian CEO memang tidak otomatis berarti merger. Akan tetapi, untuk kasus GOTO, menurutnya wajar jika pasar mulai berspekulasi.
“Investor besar seperti SoftBank, Alibaba, dan Provident sudah lama mendorong struktur yang lebih ramping, dan merger atau akuisisi selalu dianggap jalan pintas untuk memangkas biaya dan memperkuat posisi,” ucap Liza, Senin (24/11/2025).
Menurut Liza, Hans Patuwo yang akan menjadi CEO baru merupakan tipe operator, bukan deal-maker seperti Patrick. Biasanya, lanjut Liza, apabila operator maju ke kursi nomor satu, hal tersebut menjadi tanda bahwa urusan strategi besar mungkin sudah diselesaikan di belakang layar oleh dewan dan para pemegang saham besar.
“Masuknya nama-nama lama yang kuat seperti Andre Soelistyo dan Santoso Kartono ke jajaran komisaris juga bikin puzzle-nya semakin menarik. Perubahan konfigurasi dewan seperti ini sering muncul sebelum sebuah langkah strategis dilepas ke publik,” tuturnya.
Liza juga menuturkan memang belum terdapat bukti apapun, tapi pasar membaca apabila pemegang saham besar mulai merapikan formasi, kemungkinan ada agenda besar yang sedang disiapkan.
Liza melanjutkan, dalam konteks GOTO, yaitu dengan kondisi perusahaan yang sedang mencari profit berkelanjutan, pasar cenderung melihat strategic merger atau partnership sebagai hal positif.
Adapun Liza menjelaskan merger secara umum memiliki dampak baik jika menghilangkan tumpang tindih biaya operasional atau redundancies,
memperkuat bargaining power terhadap platform pembayaran, mitra logistik, merchant, dan sebagainya. Lalu meningkatkan skala ekonomi, menggabungkan user base dan data, dan menghemat cash burn yang merupakan masalah utama GoTo sejak IPO.
Merger dapat berpotensi buruk jika mengundang pengawasan dari regulator persaingan usaha, integrasi kultur & teknologi sulit, brand equity berkurang, dan proses integrasi memakan waktu dan biaya tinggi.
“Business wise, merger bagi GOTO umumnya positif, terutama untuk efisiensi biaya, memperbaiki struktur margin, dan memperkuat daya saing di pasar on-demand dan e-commerce,” ucapnya.
Valuasi GOTO
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan dengan posisi GOTO sebagai leading ecosystem digital, valuasi perusahaan secara jangka panjang masih tetap menarik. Dia menjelaskan GOTO saat ini telah masuk ke dalam ekosistem masyarakat, sehingga tingkat ketergantungan masyarakat terhadap ekosistem ini sangat besar.
“Meskipun valuasinya mengalami penurunan, secara jangka panjang kinerja GOTO akan pulih apabila GOTO mampu me-manage kinerja perusahaannya dengan baik,” ujar Nico, Senin (24/11/2025).
Nico juga menuturkan perubahan dibutuhkan untuk memberikan warna baru, harapan baru, dan strategi baru dalam sebuah perusahaan.
“Bagus tidaknya sosok yang menggantikan juga akan berperan penting nantinya. Oleh sebab itu, penggantinya akan menjadi sorotan bagi pelaku pasar dan investor saat ini, konsep seperti apa yang akan dibawa nantinya ke GOTO,” ucapnya.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#goto-merger #hans-patuwo-ceo #goto-grab-merger #goto-manajemen #goto-strategi #goto-profitabilitas #goto-valuasi #goto-investor #goto-ekosistem #goto-pertumbuhan #goto-transisi #goto-akuisisi #goto-pa