Harga Minyak Dunia Stagnan, Pasar Cermati Arah The Fed & Kesepakatan Rusia-Ukraina

Harga Minyak Dunia Stagnan, Pasar Cermati Arah The Fed & Kesepakatan Rusia-Ukraina

Harga minyak dunia stagnan karena pasar menunggu keputusan The Fed dan kesepakatan damai Rusia-Ukraina yang didorong oleh Presiden Trump.

(Bisnis.Com) 24/11/25 13:31 48047

Bisnis.com, JAKARTA — Harga minyak dunia terpantau bergerak datar pada Senin (24/11/2025) seiring dengan sikap pasar menakar peluang pemangkasan suku bunga AS di tengah dorongan kuat Presiden Donald Trump untuk kesepakatan damai Rusia–Ukraina.

Melansir Reuters, harga minyak berjangka Brent tercatat stabil di US$62,56 per barel. Sementara itu, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) turun 2 sen atau 0,03% ke level US$58,04 per barel. Kedua harga minyak acuan tersebut mencatat penyelesaian terendah sejak 21 Oktober.

Amerika Serikat dan Ukraina dijadwalkan melanjutkan pembahasan rencana revisi kesepakatan damai menjelang tenggat Kamis yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump, setelah sebelumnya sepakat menyesuaikan rancangan yang dinilai terlalu menguntungkan Moskow.

“Tekanan jual terutama dipicu oleh dorongan agresif Presiden Trump untuk tercapainya kesepakatan damai Rusia–Ukraina, yang dipandang pasar sebagai langkah cepat membuka pasokan Rusia dalam jumlah besar,” tulis analis IG, Tony Sycamore, dalam catatan riset.

Upaya menuju kesepakatan itu jauh lebih dominan dibandingkan potensi gangguan jangka pendek dari sanksi AS terhadap perusahaan minyak negara Rosneft dan perusahaan swasta Lukoil yang mulai berlaku pada Jumat lalu, tambahnya.

Sanksi tersebut membuat hampir 48 juta barel minyak mentah Rusia tertahan di laut. Trump menetapkan tenggat Kamis untuk finalisasi kesepakatan, meskipun sejumlah pemimpin Eropa mendesak adanya perbaikan.

Jika kesepakatan tercapai, sanksi yang selama ini menekan ekspor minyak Rusia berpotensi dicabut. Rusia merupakan produsen minyak mentah terbesar kedua di dunia setelah AS pada 2024, berdasarkan data US Energy Information Administration (EIA).

Di sisi lain, ketidakpastian terkait arah kebijakan suku bunga AS juga menekan selera risiko investor. Namun peluang pemangkasan suku bunga bulan depan meningkat setelah Presiden Federal Reserve New York, John Williams, mengisyaratkan ruang untuk penurunan suku bunga dalam waktu dekat.

Sugandha Sachdeva, Founder SS WealthStreet mengatakan, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember dapat meredam sentimen bearish dengan meningkatkan selera risiko global.

“Harga minyak telah turun hampir 17% tahun ini, mencerminkan sentimen negatif yang persisten. Namun, pada level rendah seperti saat ini, minat beli bernilai diperkirakan mulai muncul secara bertahap,” katanya.

#harga-minyak #minyak-dunia #pasar-cermati #arah-the-fed #kesepakatan-rusia-ukraina #harga-minyak-stagnan #suku-bunga-as #donald-trump #minyak-brent #minyak-wti #sanksi-as #ekspor-minyak-rusia #produse

https://market.bisnis.com/read/20251124/94/1931179/harga-minyak-dunia-stagnan-pasar-cermati-arah-the-fed-kesepakatan-rusia-ukraina