BPS: Harga Beras Medium-Premium Zona 3 Masih Mahal saat Tren Menurun

BPS: Harga Beras Medium-Premium Zona 3 Masih Mahal saat Tren Menurun

Harga beras medium-premium nasional turun, namun zona 3 masih mahal. BPS laporkan penurunan harga berkat koordinasi pemerintah, meski tantangan geografis tetap ada.

(Bisnis.Com) 24/11/25 10:23 47785

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan harga rata-rata aneka beras secara nasional, mulai dari medium hingga premium, mulai menunjukkan tren penurunan pada pekan ketiga November 2025. Namun, harga beras di zona 3 masih mengalami kenaikan.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan penurunan harga beras sejalan dengan menyusutnya jumlah daerah yang mencatat kenaikan indeks perubahan harga (IPH) beras, dari 39 kabupaten/kota pada pekan sebelumnya menjadi 37 kabupaten/kota.

Menurut Amalia, penurunan harga rata-rata beras ini tidak lepas dari koordinasi intensif antara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Pertanian (Kementan), serta pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan memonitor distribusi.

“Ini sinyal yang bagus, karena artinya pengendalian harga beras yang dilakukan oleh Kemendagri bersama Kementan dan juga para pemerintah daerah sudah betul-betul menunjukkan hasil yang terlihat dari turunnya rata-rata harga beras nasional menjadi sekitar Rp15.238 per kilogram,” kata Amalia dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah 2025 di YouTube Kemendagri, Senin (24/11/2025).

Berdasarkan data BPS, harga beras secara nasional pada pekan ketiga November 2025 turun 1,56% menjadi Rp15.238 per kilogram, dibandingkan posisi Oktober 2025 yang mencapai Rp15.479 per kilogram.

BPS menyebut, sebanyak 66,11% wilayah Indonesia telah mencatat penurunan IPH beras. Kondisi menandakan tekanan harga yang semakin merata berkurang di berbagai daerah.

Meski demikian, Amalia mengingatkan kenaikan harga masih terjadi di sejumlah wilayah zona 3, terutama di daerah-daerah dengan tantangan geografis dan akses distribusi terbatas.

Data menunjukkan, harga beras tertinggi terpantau di Kabupaten Intan Jaya yang mencapai Rp54.772 per kilogram, disusul Kabupaten Puncak yang berada di level Rp45.000 per kilogram, serta Kabupaten Pegunungan Bintang yang mencatat harga Rp40.000 per kilogram.

Amalia menilai, sejumlah wilayah tersebut memerlukan perhatian ekstra dari pemerintah pusat dan daerah. “Yang paling besar dan paling tinggi ada di Kabupaten Tambrauw. Yang paling rendah penurunannya di kawasan Jawa dan Sumatera, terutama Musi Banyuasin,” ujarnya.

Jika diperinci lebih jauh, harga beras berdasarkan kualitas juga mengalami penurunan. Amalia menyebut penurunan harga yang terjadi pada kedua kualitas beras menunjukkan membaiknya kondisi pasar.

BPS mencatat, rata-rata harga beras medium secara nasional turun 1,54% menjadi Rp14.253 per kilogram, dari sebelumnya Rp14.475 per kilogram pada Oktober 2025.

Kondisi serupa terjadi pada rata-rata harga beras premium yang turun 1,67% menjadi Rp16.040 per kilogram, dibandingkan Oktober 2025 yang mencapai Rp16.313 per kilogram.

#beras-medium #beras-premium #harga-beras #harga-beras-turun #harga-beras-nasional #harga-beras-zona-3 #bps-beras #penurunan-harga-beras #harga-beras-indonesia #harga-beras-2025 #harga-beras-per-kilogr

https://ekonomi.bisnis.com/read/20251124/99/1931115/bps-harga-beras-medium-premium-zona-3-masih-mahal-saat-tren-menurun