Investor Asing Ramai Jual SBN, Anak Buah Purbaya Pede Cuma Sementara
Investor asing menjual SBN Indonesia senilai Rp8,9 triliun hingga November 2025, namun Kemenkeu yakin ini sementara dan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat.
(Bisnis.Com) 20/11/25 18:54 44862
Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat arus modal keluar asing dari aset surat berharga negara (SBN) dalam beberapa bulan terakhir. Akibatnya, terjadi jual neto SBN sebesar Rp8,9 triliun hingga 14 November 2025.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Suminto menerangkan arus modal asing sudah deras keluar sejak September. Hanya saja, menurutnya, derasnya sudah mulai mereda pada November ini.
Lagipula, Suminto mengungkapkan fenomena arus modal asing keluar itu tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga negara-negara berkembang lain. Alasannya, ketidakpastian global kembali meningkatkan dalam tiga bulan terakhir.
"Ini terkait dengan US Treasury maupun dolar, sehingga kita membaca marginal outflow ini sebenarnya lebih kepada investor global yang melakukan rebalancing portfolio mereka," ungkap Suminto dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Anak buah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa itu pun meyakini investor asing masih melihat fundamental ekonomi Indonesia terjaga. Mereka, sambungnya, hanya memindahkan aset yang lebih aman alias safe haven.
"Kita meyakini itu sifatnya temporary [sementara], tidak terkait dengan confidence [kepercayaan] mereka terhadap kinerja dan prospek perekonomian Indonesia," jelas Suminto.
Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengklaim bahwa pasar SBN membaik di tengah ketidakpastian pasar global. Dia mencatat spread yield SBN Valas terhadap US Treasury semakin mengecil dari 84 basis poin (bps) pada awal tahun menjadi 57 bps pada November 2025.
Begitu juga dengan spread yield SBN terhadap US Treasury 10 tahun juga lebih rendah dari sekitar 240 bps pada awal tahun menjadi 196 bps pada November 2025. Dia membandingkan dengan negara setara yaitu SBN Meksiko yang spread yield dengan US Treasury masih 478 bps.
"Ini mencerminkan kita mengelola hutang dengan sangat prudent," klaim Suahasil pada kesempatan yang sama.
Kekhawatiran Investor Asing
Adapun, kekhawatiran investor asing terhadap posisi fiskal Indonesia menjadi pemberat sentimen di pasar SBN. Setidaknya, aliran modal asing di pasar SBN menjadi lebih berhati-hati setelah Purbaya Yudhi Sadewa menjabat menjabat sebagai menteri keuangan pada September, menyusul protes atas meningkatnya biaya hidup dan kekurangan lapangan pekerjaan.
Investor khawatir Purbaya mungkin akan mencoba merevisi batas defisit anggaran yang telah berlaku selama puluhan tahun. Hal itu disebut berpotensi membuka jalan bagi peningkatan belanja pemerintah.
Ekonom DBS Bank Radhika Rao menyebutkan dorongan untuk mengamankan keuntungan sebelumnya menjelang potensi penurunan nilai tukar lebih lanjut menjadi salah satu alasan investor asing menarik dananya dari pasar SBN.
"Ditambah ada ruang yang terbatas untuk imbal hasil tambahan dari obligasi, kemungkinan membebani sentimen investor asing [di pasar obligasi pemerintah RI]," tulis Rao dalam catatan, dikutip Bloomberg, Rabu (19/11/2025).
#investor-asing #jual-sbn #arus-modal-keluar #kemenkeu #fundamental-ekonomi-indonesia #safe-haven #pasar-sbn #spread-yield #us-treasury #ketidakpastian-global #rebalancing-portfolio #prospek-perekonomi