Bosch Minta Pemerintah Jaga Persaingan Pasar dengan Produk China

Bosch Minta Pemerintah Jaga Persaingan Pasar dengan Produk China

Bosch meminta pemerintah menjaga persaingan produk elektrifikasi dan peralatan rumah tangga tetap adil di tengah gempuran barang murah dari China.

(Kompas.com) 19/11/25 17:51 43605

CIKARANG, KOMPAS.com – Bosch Indonesia meminta pemerintah menjaga persaingan pasar produk industri non-otomotif tetap adil dan terbuka, seiring maraknya barang impor berharga murah dari China di pasar domestik. Permintaan ini disampaikan saat perusahaan asal Jerman itu memulai pembangunan pabrik modular di Cikarang.

Managing Director Bosch Indonesia, Pirmin Rieger mengatakan, persaingan yang sehat diperlukan agar pelaku industri dapat bertanding secara setara di berbagai segmen pasar di Indonesia.

“Satu-satunya permintaan kami kepada Indonesia adalah memastikan bahwa persaingannya adil,” ujar Pirmin saat acara peletakan batu pertama pabrik modular Bosch di Kawasan Industri BD Delta Mas, Cikarang, Rabu (19/11/2025).

Bosch memproduksi berbagai peralatan seperti mesin cuci, kulkas, oven, penyedot debu, bor listrik, gergaji, hingga peralatan berkebun. Segmen produk ini kini bersaing ketat dengan barang serupa dari China yang dijual dengan harga lebih rendah.

Pirmin menegaskan, Bosch ingin bertanding secara sehat dan terbuka dengan produsen asal China. “Pasar yang adil dan terbuka di mana kami sebagai Bosch, serta pesaing kami dari China, dapat bersaing dengan kemampuan terbaik kami,” tuturnya.

Meski demikian, pada sektor otomotif, China justru menjadi salah satu pasar penting bagi Bosch. Perusahaan ini memasok perangkat seperti electronic control units (ECUs), engine cooling fans (ECF), dan Battery Management System (BMS) untuk produsen kendaraan listrik di negara tersebut.

“Dalam bisnis otomotif, tujuan utama kami tentu saja meyakinkan mereka untuk menjadi pelanggan kami. Kami adalah pemasok,” kata Pirmin.

Sementara itu, President of Bosch for Southeast Asia, Vijay Ratnaparkhe mengatakan hubungan bisnis dengan China justru berjalan baik. “Bosch sangat sukses di China. Jadi, kami mencintai pelanggan kami di China,” ujarnya.

Lantas, apa tanggapan pemerintah?

Dalam acara yang sama, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Dirjen Ilmate) Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, mengatakan pihaknya mengapresiasi keputusan Bosch berinvestasi dan memperluas kegiatan industrinya di Indonesia.

Ia yakin pendirian pabrik tersebut akan menjadi tonggak penting dalam penguatan ekosistem industri nasional, terutama di bidang otomotif.

“Kami meyakini bahwa berdirinya pabrik baru ini akan menjadi milestone penguatan ekosistem industri otomotif nasional, khususnya dalam mendukung pengembangan kendaraan rendah emisi dan percepatan transformasi menuju industri hijau dan berdaya saing global,” tutur Setia.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang

#bosch #cikarang

https://money.kompas.com/read/2025/11/19/175120926/bosch-minta-pemerintah-jaga-persaingan-pasar-dengan-produk-china