Belanja Pemerintah China Anjlok Tajam, Sinyal Dukungan Fiskal Makin Lemah
Belanja fiskal China turun 19% pada Oktober 2025, menandakan dukungan fiskal melemah dan investasi tertekan.
(Bisnis.Com) 18/11/25 09:15 41448
Bisnis.com, JAKARTA — Belanja fiskal China anjlok tajam pada Oktober 2025, mencatat penurunan terdalam sejak setidaknya 2021 dan menekan pendorong utama investasi serta pertumbuhan ekonominya.
Data Kementerian Keuangan China pada Selasa (18/11/2025) menunjukkan total pengeluaran dari dua pos anggaran utama, akun publik umum dan dana yang dikelola pemerintah, merosot 19% secara tahunan menjadi 2,37 triliun yuan (US$334 miliar).
Perhitungan Bloomberg mencatat, ini merupakan penurunan terdalam sejak data sebanding tersedia pada awal 2021, sekaligus level belanja terendah sejak Juli 2023.
Goldman Sachs menyebut indikator augmented fiscal deficit miliknya turut menyempit pada Oktober, menandakan kebijakan anggaran mulai kurang mendukung pertumbuhan.
Anjloknya belanja mencerminkan perubahan arah kebijakan pemerintah dan semakin menurunnya dukungan fiskal bagi ekonomi terbesar kedua dunia tersebut, yang bulan lalu kehilangan momentum di berbagai lini.
Investasi, yang sebagian besar bergantung pada belanja anggaran, mencatat kontraksi tak terduga pada Oktober. Pelemahan itu diperburuk oleh konsumsi yang lesu dan permintaan ekspor yang melemah.
“Data menunjukkan perlambatan signifikan dari pertumbuhan belanja pemerintah, ditambah porsi belanja tambahan yang lebih besar diarahkan untuk melunasi tunggakan korporasi alih-alih proyek investasi. Ini telah memberikan tekanan besar pada pertumbuhan investasi aset tetap,” tulis ekonom Goldman Sachs, termasuk Lisheng Wang dikutip dari Bloomberg.
Kontraksi belanja juga mengindikasikan bahwa stimulus baru yang diluncurkan sejak akhir September kemungkinan memerlukan waktu lebih lama untuk mengalir ke perekonomian. Pemerintah menyatakan bahwa 500 miliar yuan instrumen pembiayaan baru untuk mendorong investasi baru sepenuhnya disalurkan pada akhir Oktober.
Adapun kuota obligasi khusus pemerintah daerah senilai 500 miliar yuan yang diumumkan pertengahan Oktober hanya mengalokasikan 40% untuk proyek investasi yang memenuhi syarat.
Kebijakan ini menunjukkan bahwa otoritas China kini lebih fokus menahan risiko utang, terutama setelah target pertumbuhan sekitar 5% tahun ini dinilai sudah aman tercapai.
Michelle Lam, Ekonom Greater China di Societe Generale SA, menuturkan para pembuat kebijakan China tampaknya puas dengan prospek pertumbuhan 2025 dan percaya stimulus yang sudah diumumkan cukup untuk mencapai target tahun ini. “Karena itu, pasar kini menunggu dukungan fiskal lebih kuat pada 2026," jelasnya.
Sepanjang 10 bulan pertama tahun ini, total belanja pemerintah secara luas mencapai 30,7 triliun yuan dengan pertumbuhan yang melambat menjadi 5,2%. Penerimaan gabungan pemerintah naik tipis 0,2% menjadi 22,1 triliun yuan.
Kondisi tersebut meninggalkan defisit anggaran luas sebesar 8,6 triliun yuan, naik lebih dari 20% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Keengganan pemerintah untuk mempercepat belanja kemungkinan mencerminkan strategi menyimpan ruang pelonggaran tambahan untuk awal tahun depan, guna menjaga stabilitas pertumbuhan dan lapangan kerja,” tulis ekonom Goldman Sachs.
#belanja-pemerintah-china #dukungan-fiskal-china #belanja-fiskal-china #penurunan-belanja-china #investasi-china #pertumbuhan-ekonomi-china #defisit-fiskal-china #kebijakan-anggaran-china #stimulus-eko