Alasan Badan Gizi Nasional Bakal Kurangi Porsi Telur Ayam pada MBG
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S. Deyang menginstruksikan untuk mengurangi penggunaan telur ayam dalam menu program MBG.
(Bisnis Tempo) 17/11/25 16:17 40673
WAKIL Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S. Deyang menginstruksikan untuk mengurangi penggunaan telur ayam dalam menu program makan bergizi gratis atau MBG. “Penggunaan telur mulai dikurangi mulai Desember supaya harganya tidak melejit,” kata Nanik dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah, yang disiarkan secara langsung melalui YouTube Kementerian Dalam Negeri, Senin, 17 November 2025.
Permintaan itu disampaikan Nanik kepada Sekretaris Utama BGN Sarwono. Selain mengurangi porsi telur ayam pada Desember, Nanik meminta hal serupa menjelang Lebaran. Sebab Nanik memperkirakan jumlah dapur MBG akan meningkat dua kali lipat pada tahun depan.
Berdasarkan data BGN, hingga 16 November 2025, terdapat sebanyak 15.162 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur penyedia makanan bergizi gratis. Adapun jumlah penerima manfaat hingga periode yang sama tercatat sebanyak 41,3 juta orang.
BGN menargetkan jumlah SPPG bisa mencapai 25 ribu unit pada Desember mendatang. Sementara target jumlah SPPG pada Februari 2025 adalah 32 ribu unit.
Berdasarkan data BGN, kebutuhan rata-rata satu SPPG terhadap telur ayam sebagai sumber protein pada program MBG tercatat sebanyak 1.105 kilogram. Telur ayam menjadi jenis protein terbanyak kedua yang digunakan dalam MBG. Sementara jenis protein terbanyak adalah daging ayam dengan porsi kebutuhan satu SPPG mencapai 1.630 kilogram.
Dalam raoat pengendalian inflasi daerah itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan telur ayam menjadi komoditas pangan yang terus mengalami kenaikan harga.
Amalia mengatakan, pada pekan kedua November 2025, rata-rata nasional harga telur ayam ras tercatat naik 0,32 persen dibandingkan Oktober 2025. Adapun harga telur ayam pada pekan kedua November 2025 tercatat senilai Rp 31.646 per kilogram.
Harga rata-rata nasional telur ayam saat ini lebih mahal ketimbang harga acuan pembelian (HAP) di tingkat konsumen yang ditetapkan senilai Rp 30 ribu per kilogram.
Amalia mencatat hingga pekan kedua November ini terdapat 157 daerah yang mengalami kenaikan harga telur ayam. Jumlah ini meningkat dari pekan awal November 2025 yang tercatat sebanyak 156 daerah.
Adapun harga telur ayam tertinggi tercatat senilai Rp 100 ribu per kilogram sedangkan harga terendah senilai Rp 23.320 per kilogram. Kabupaten/kota dengan harga tertinggi adalah Mamberamo Tengah Provinsi Papua Pegunungan dengan harga Rp 100 ribu per kilogram, Kabupaten Puncak Jawa Rp 90.000 per kilogram, dan Kabupaten Intan Jaya Rp 90.000 per kilogram.
#telur-ayam #bgn #harga #sppg #badan-gizi-nasional
https://tempo.co/ekonomi/alasan-badan-gizi-nasional-bakal-kurangi-porsi-telur-ayam-pada-mbg-2090421