Ilham Habibie Tekankan Urgensi Reindustrialisasi
Ilham Habibie menekankan pentingnya reindustrialisasi untuk memacu ekonomi dan membuka lapangan kerja di Indonesia, mengatasi deindustrialisasi dini.
(Bisnis.Com) 17/11/25 15:05 40590
Bisnis.com, JAKARTA— Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menekankan pentingnya reindustrialisasi dalam memacu perekonomian Indonesia sekaligus membuka lapangan pekerjaan.
Ketua Umum PII Ilham Akbar Habibie menyampaikan konsep reindustrialisasi adalah bagaimana industri di Indonesia berkembang, dapat memenuhi kebutuhan negeri, dan membuka banyak lapangan-lapangan pekerjaan baru.
Hal itu disampaikannya dalam Sarasehan & Forum Group Discussion PII “Menuju Reindustrialisasi dan Industri Berkelanjutan Indonesia” di Gedung IDE, Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Depok, Minggu (16/11/2025).
“Gagasan reindustrialisasi ini bukan berarti mengulang pola industrialisasi masa lalu yang cenderung dipersepsi negatif, karena mencemari lingkungan hidup, eksploitasi manusia, dan sering memunculkan perselisihan lahan produktif pertanian yang dialihfungsikan menjadi pabrik, misalnya. Tapi, reindustrialisasi ke depan mesti lebih selaras dengan abad ke-21, misalnya industri serkuler, harus berkelanjutan, regeneratif dan human centric,” kata Ilham Habibie, mengutip keterangan tertulisnya, Senin (17/11/2025).
Reindustrialisasi adalah membuat suatu bahan baku agar mempunyai nilai tambah untuk dijual kembali, yang sesuai dengan minat beli masyarakat. Menurutnya, konsep reindustrialisasi diperlukan di Indonesia untuk mengembalikan berjalannya sektor-sektor industri yang sesuai dengan peraturan dan meningkatkan ekonomi di masyarakat, seperti terbukanya lapangan pekerjaan.
Sementara itu, hilirisasi dalam praktiknya tidak difokuskan pada sektor yang sudah kuat industrinya di Indonesia. Kebijakan industrinya tidak tepat karena tidak mendukung tenaga kerja besar.
“Konsep reindustrialisasi ini adalah memastikan perkembangan industri di Indonesia dapat memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, menyerap tenaga kerja dalam negeri, dan membuat kebijakan pada sektor industri agar terciptanya peningkatan ekonomi yang baik,” kata Ilham Habibie.
Menurut Ilham Habibie, saat ini Indonesia sedang mengalami “deindustrialisasi dini” yang mencerminkan melemahnya sektor industri dalam negeri. Deindustrialisasi dipertegas oleh Ilham Habibie sebagai penurunan kontribusi sektor industri terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Indonesia pernah menyentuh angka kontribusi di sektor industri lebih dari 20%. Namun, dalam beberapa tahun terakhir ini, penurunan angka kontribusi dari sektor industri. Data pada triwulan II/2025 kontribusi sektor industri kembali turun di angka 17% terhadap PDB.
“Karena kita dulu di tahun 90-an mempunyai industri yang lebih besar dari masa sekarang. Sebelumnya kita menyentuh angka 20%, tetapi sekarang kita ada di bawah 20% yang berarti kita mengalami degradasi terhadap penurunan industri. Dan inilah yang disebut deindustrialisasi,” tutur Ilham Habibie.
Penurunan angka kontribusi itu disebut oleh Ilham Habibie terlalu “dini”. Menurutnya, seharusnya gejala ini terjadi setelah Indonesia mencapai titik tertingginya sebagai negara yang mengedepankan industrialisasi.
Dia mencontohkan negara Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat yang berawal sebagai negara agraris dalam membantu pertumbuhan ekonomi negaranya. Lalu, setelah berkembang, negara tersebut melakukan deindustrialisasi karena pertumbuhan ekonomi negaranya telah dipindahkan melalui sektor lain seperti jasa.
“Negara-negara tersebut melakukan deindustrialisasi bukan karena menurunnya sektor industri terhadap pasar. Namun, negara Jerman, Jepang, dan Amerika memfokuskan pertumbuhan ekonominya melalui sektor jasa. Di Indonesia, sektor jasa kita masih terlalu kecil yang tidak memberikan kontribusi sebesar industri,” kata Ilham Habibie.
Dia menuturkan hilirisasi sebagai upaya meningkatkan nilai tambah, dengan mengolah bahan mentah menjadi setengah jadi atau bahan jadi, tidak mencukupi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan reindustrialisasi untuk mengembalikan industri di jalur yang tepat.
#reindustrialisasi-indonesia #ilham-habibie #industri-berkelanjutan #ekonomi-indonesia #lapangan-pekerjaan #deindustrialisasi-dini #kontribusi-industri #sektor-industri #hilirisasi-industri #pertumbuha