Rano Karno Bakal Tambah Kurikulum Bahasa Jepang di Sekolah
Pemprov DKI Jakarta akan menambah kurikulum bahasa asing di sekolah, termasuk bahasa Jepang, untuk mempersiapkan tenaga kerja bersaing di luar negeri.
(Bisnis.Com) 13/11/25 14:45 37478
Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menjadikan sejumlah bahasa asing masuk dalam kurikulum sekolah. Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan golongan usia produktif bersaing di dunia kerja, khususnya di luar negeri.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno penduduk Indonesia bisa memanfaatkan lapangan pekerjaan di luar negeri sehingga keterampilan bahasa diperlukan. Salah satu negara yang membutuhkan tenaga kerja adalah Jepang.
"Nah yang harus kita pikirkan lapangan pekerjaan bukan hanya di Indonesia atau di Jakarta di luar negeri sangat besar membutuhkan. Kami dikunjungi dari Jepang, Jepang itu setiap tahun memerlukan hampir 750 ribu tenaga kerja," kata Rano di acara Jakarta Jobfest 2025, Jakarta Selatan, Kamis (13/11/2025).
Dia menyebut di negara Jepang membuka lapangan pekerjaan di bidang hospitality hingga caregiver. Rano mengakui bahwa sampai saat ini Dinas Pendidikan belum maksimal menjadikan bahasa asing menjadi kurikulum di sekolah.
Hal ini juga sebagai upaya mencegah tingginya angka pengangguran. Apalagi angka pengangguran terbuka di DKI Jakarta mencapai 330 ribu orang.
"Nah karena itu tahun depan kita akan menambahkan bahasa menjadi pilihan kurikulum masuk dia bisa bahasa Jepang, bisa bahasa Inggris, bisa bahasa Mandarin, bisa bahasa Arab segala macam karena inilah dunia sedang bergerak untuk mencari pekerjaan," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta, Syaripudin menyampaikan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2025, pengangguran di DKI Jakarta turun di angka angka 6,05% atau sebesar 0,16%.
"Tentunya pada saat ini DKI Jakarta masih dalam 10 besar tingkat pengangguran tertinggi dari provinsi-provinsi yang lain yang ada di Indonesia," kata Syaripudin.
Dia berharap dengan adanya kegiatan job fair yang berlangsung hingga 14 November ini mampu menjaring 12 ribu tenaga kerja.
Pemprov DKI Jakarta tengah berupaya menekan angka pengangguran, khususnya di Jakarta dengan menggelar Jakarta Job Festival 2025. Selain itu, Pemprov DKI Jakarta menyatakan bahwa Transjakarta sedang membutuhkan 1.000 tenaga kerja untuk menjadi supir bus dengan mengikuti Akademi Transjakarta.
#bahasa-asing #kurikulum-sekolah #tenaga-kerja-jepang #lapangan-pekerjaan #bahasa-jepang #bahasa-inggris #bahasa-mandarin #bahasa-arab #jakarta-jobfest #pengangguran-dki-jakarta #dinas-pendidikan #jaka