Wall Street Ditutup Variatif, Investor Cermati Sinyal The Fed

Wall Street Ditutup Variatif, Investor Cermati Sinyal The Fed

Bursa AS ditutup variatif. Investor cermati sinyal The Fed, ketegangan dagang AS-China, dan kinerja positif bank besar.

(Bisnis.Com) 15/10/25 05:27 3516

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat ditutup variatif pada perdagangan Selasa (14/10/2025) waktu setempat seiring dengan sikap investor yang mencermati hasil kinerja positif sejumlah bank besar, pernyataan Ketua The Federal Reserve Jerome Powell, serta ketegangan dagang AS–China yang kembali memanas.

Melansir Reuters pada Rabu (15/10/2025), indeks S&P 500 ditutup melemah 0,16% menjadi 6.644,31, sementara Nasdaq turun 0,76% ke 22.521,70. Adapun indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,44% ke level 46.270,46.

Dari 11 sektor dalam S&P 500, sepuluh sektor menguat, dipimpin oleh consumer staples yang naik 1,72% dan sektor industri yang menguat 1,17%. Volume transaksi di bursa AS tercatat sebanyak 20,1 miliar saham, hampir setara dengan rata-rata 20,2 miliar saham dalam 20 sesi sebelumnya.

Pergerakan S&P 500 sempat berbalik arah setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Washington sedang mempertimbangkan pembatasan perdagangan baru terhadap China, termasuk dalam produk minyak goreng.

Kinerja positif sejumlah bank besar menopang indeks perbankan S&P 500. Saham Wells Fargo melonjak 7,15%, mencatatkan kenaikan harian tertinggi sejak November 2024, sedangkan Citigroup naik hampir 4% setelah keduanya melaporkan laba kuartal III/2025 yang melampaui ekspektasi.

JPMorgan Chase meningkatkan proyeksi pendapatan bunga bersih tahunannya, sementara Goldman Sachs juga mencatat laba kuartalan di atas perkiraan. Namun, saham keduanya justru terkoreksi sekitar 2%.

Saham BlackRock naik lebih dari 3% setelah aset kelolaan perusahaan investasi itu mencapai rekor US$13,46 triliun.

Sementara itu, kekhawatiran terkait perang dagang kembali mencuat setelah AS dan China mulai menerapkan biaya tambahan untuk perusahaan pelayaran yang mengangkut berbagai komoditas, mulai dari mainan hingga minyak mentah.

Ketegangan kedua negara meningkat sejak pekan lalu setelah Trump mengancam memberlakukan tarif tambahan 100% terhadap produk China sebagai balasan atas kebijakan Beijing yang membatasi ekspor mineral tanah jarang. Meski sempat melunak pada akhir pekan, pernyataannya kembali mengguncang pasar global.

“Pasar tengah berjuang menilai arah ketegangan ini,” ujar Ross Mayfield, analis investasi di Baird Private Wealth Management.

Dia menjelaskan, jika pemerintahan Trump kembali meningkatkan eskalasi, valuasi pasar saat ini terlalu tinggi untuk menghadapi risiko tarif 100% dan langkah pembalasan lainnya.

Dari sisi ekonomi, Ketua The Fed Jerome Powell menyebut pasar tenaga kerja AS masih lesu dengan tingkat perekrutan dan pemutusan kerja yang rendah hingga September. Namun, ia menilai perekonomian secara keseluruhan berada pada jalur yang sedikit lebih kuat dari perkiraan.

#wall-street #investor-cermati #sinyal-the-fed #bursa-saham-amerika #perdagangan-selasa #indeks-s-amp-p-500 #nasdaq-turun #dow-jones-naik #sektor-consumer-staples #ketegangan-dagang-as-china #kinerja-b

https://market.bisnis.com/read/20251015/7/1920348/wall-street-ditutup-variatif-investor-cermati-sinyal-the-fed