BTN Salurkan Dana Pemerintah Rp23 Triliun, Mayoritas ke Sektor Perumahan
BTN menyalurkan Rp23 triliun dana pemerintah ke sektor perumahan, mencapai 93% dari total Rp25 triliun, dengan target selesai sebelum November 2025.
(Bisnis.Com) 10/11/25 20:41 34345
Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) telah menyalurkan penempatan dana pemerintah sebesar Rp23,28 triliun hingga Oktober 2025. Angka itu setara 93% dari total dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) Rp25 triliun yang ditempatkan di perseroan.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyampaikan, total penyaluran yang mencapai Rp23,28 triliun itu tersebar ke berbagai sektor strategis terutama sektor perumahan, baik ke developer maupun Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
“Hingga akhir bulan Oktober 2025, dari dana Rp25 triliun sudah disalurkan BTN lebih dari Rp23 triliun atau tembus 93%,” kata Nixon, mengutip laman resmi BTN, Senin (10/11/2025).
Nixon menuturkan, debitur korporasi BTN mayoritas terkait dengan sektor perumahan, yaitu para developer, perusahaan properti dan kontraktor, serta sektor-sektor lainnya di sekitar sektor perumahan, yaitu kesehatan, pendidikan, perdagangan dan manufaktur, hingga pemerintahan.
Dia menyebut, pertumbuhan di segmen korporasi ini belakangan meningkat seiring dengan upaya BTN menjalin kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengembangkan ekosistem perumahan nasional.
Adapun dia meyakini, dana tersebut dapat tersalurkan sepenuhnya sebelum pertengahan November 2025, lebih cepat dari yang dijadwalkan secara resmi oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yakni hingga Desember 2025.
“Sebelum pertengahan November, penyerapan Rp25 triliun dana pemerintah sudah selesai seluruhnya,” pungkas Nixon.
Pada September 2025, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa resmi mengalihkan Rp200 triliun kas pemerintah di BI ke sistem perbankan untuk menjaga likuiditas dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Melalui Keputusan Menteri Keuangan (KMK) No. 276/2025, Purbaya menempatkan dana pemerintah Rp200 triliun dari Bank Indonesia (BI) di lima bank, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS).
Perinciannya, BRI, BNI, dan Bank Mandiri masing-masing sebesar Rp55 triliun, BTN sebesar Rp25 triliun, dan BSI sebesar Rp10 triliun. Penempatan anggaran jumbo tersebut digunakan untuk pertumbuhan sektor riil.
#btn #bbtn #btn-dana-pemerintah #btn-sektor-perumahan #btn-kpr #btn-developer #btn-kredit-pemilikan-rumah #btn-penyaluran-dana #btn-ekosistem-perumahan #btn-pertumbuhan-ekonomi #btn-likuiditas #btn-kem