Jejak Tokoh Nasional, 10 Pahlawan Nasional yang Ditetapkan Presiden Prabowo
Presiden Prabowo menetapkan 10 Pahlawan Nasional 2025, termasuk Gus Dur dan Soeharto, untuk menghargai jasa mereka dalam perjuangan bangsa Indonesia.
(Bisnis.Com) 10/11/25 12:09 33595
Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah baru saja menetapkan nama-nama pahlawan nasional untuk mengenang dan menghargai perjuangan orang-orang yang telah gugur.
Presiden Prabowo memberikan penghargaan kepada 10 orang mulai dari rakyat kecil yang berjuang untuk memperjuangkan hak-hak rakyat hingga militer yang pernah berjuang di medan perang.
Berikut profil singkat dari 10 tokoh penerima gelar Pahlawan Nasional tahun 2025:
1. Abdurachman Wahid (Gus Dur) - Jawa Timur
Abdurachman Wahid atau yang lebih dikenal dengan nama Gus Dur, adalah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan Presiden ke-4 Republik Indonesia. Gus Dur lahir pada tanggal 7 September 1940 di Jombang, Jawa Timur.
Dia dikenal sebagai pemimpin yang demokratis dan pluralis, serta memiliki visi untuk membangun Indonesia yang lebih adil dan sejahtera.
Gus Dur menjabat sebagai Presiden Indonesia dari tahun 1999 hingga 2001. Selama masa pemerintahannya, ia berusaha untuk memperkuat demokrasi dan hak-hak asasi manusia di Indonesia. Dia juga berperan dalam memperkuat hubungan Indonesia dengan negara-negara lain di dunia.
Gus Dur wafat pada tanggal 30 Desember 2009, namun warisannya sebagai pemimpin yang demokratis dan pluralis tetap hidup dalam sejarah Indonesia. Ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2025 sebagai pengakuan atas jasa-jasanya bagi bangsa dan negara.
2. Jenderal Besar TNI Soeharto - Jawa Tengah
Soeharto adalah Presiden ke-2 Republik Indonesia yang menjabat selama lebih dari 30 tahun. Ia lahir pada tanggal 8 Juni 1921 di Kemuning, Jawa Tengah. Soeharto dikenal sebagai pemimpin yang otoriter dan memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia.
Soeharto menjabat sebagai Presiden Indonesia dari tahun 1966 hingga 1998. Selama masa pemerintahannya, ia berusaha untuk memperkuat ekonomi Indonesia dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Ia juga berperan dalam memperkuat hubungan Indonesia dengan negara-negara lain di dunia.
Soeharto wafat pada tanggal 27 Januari 2008, namun warisannya sebagai pemimpin yang kuat dan berpengaruh tetap hidup dalam sejarah Indonesia. Ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2025 sebagai pengakuan atas jasa-jasanya bagi bangsa dan negara.
3. Marsinah - Jawa Timur
Marsinah adalah aktivis buruh dan pejuang hak-hak pekerja di Indonesia. Ia lahir pada tanggal 10 April 1969 di Nganjuk, Jawa Timur. Marsinah dikenal sebagai simbol perjuangan buruh dan hak-hak perempuan di Indonesia.
Marsinah bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik di Sidoarjo, Jawa Timur. Ia aktif dalam perjuangan hak-hak buruh dan menjadi salah satu pemimpin dalam demonstrasi menuntut kenaikan upah. Marsinah menghilang pada tanggal 5 Mei 1993 dan ditemukan tewas pada tanggal 8 Mei 1993.
Marsinah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2025 sebagai pengakuan atas jasa-jasanya dalam perjuangan hak-hak buruh dan perempuan di Indonesia.
4. Mochtar Kusumaatmadja - Jawa Barat
Mochtar Kusumaatmadja adalah tokoh hukum dan diplomat Indonesia. Ia lahir pada tanggal 17 Februari 1929 di Batavia, Hindia Belanda. Mochtar dikenal sebagai salah satu pendiri hukum laut internasional dan memiliki peran penting dalam perundingan batas laut Indonesia.
Mochtar menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia dari tahun 1988 hingga 1998. Ia juga menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dari tahun 1992 hingga 1998. Mochtar wafat pada tanggal 6 Juni 2021, namun warisannya sebagai tokoh hukum dan diplomat tetap hidup dalam sejarah Indonesia.
Mochtar dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2025 sebagai pengakuan atas jasa-jasanya dalam perjuangan hukum dan diplomasi Indonesia.
5. Hajjah Rahmah El Yunusiyyah - Sumatra Barat
Rahmah El Yunusiyyah adalah tokoh pendidikan dan pejuang kemerdekaan Indonesia. Ia lahir pada tanggal 26 Oktober 1900 di Padang, Sumatra Barat. Rahma dikenal sebagai salah satu pendiri organisasi perempuan dan memiliki peran penting dalam pendidikan di Sumatra Barat.
Rahma menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah dari tahun 1932 hingga 1945. Ia juga menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari tahun 1950 hingga 1955. Rahma wafat pada tanggal 16 Februari 1969, namun warisannya sebagai tokoh pendidikan dan pejuang kemerdekaan tetap hidup dalam sejarah Indonesia.
Rahma dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2025 sebagai pengakuan atas jasa-jasanya dalam perjuangan pendidikan dan kemerdekaan Indonesia.
6. Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo - Jawa Tengah
Sarwo Edhie Wibowo adalah tokoh militer dan politikus Indonesia. Dia lahir pada tanggal 1 Juli 1925 di Purworejo, Jawa Tengah. Sarwo dikenal sebagai salah satu pemimpin operasi penumpasan PKI dan memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia.
Sarwo menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) dari tahun 1967 hingga 1970. Ia juga menjabat sebagai Gubernur Sumatra Utara dari tahun 1983 hingga 1988. Sarwo wafat pada tanggal 9 November 1989, namun warisannya sebagai tokoh militer dan politikus tetap hidup dalam sejarah Indonesia.
Sarwo dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2025 sebagai pengakuan atas jasa-jasanya dalam perjuangan militer dan politik Indonesia.
7. Sultan Muhammad Salahuddin - Nusa Tenggara Barat
Sultan Muhammad Salahuddin adalah tokoh kerajaan dan pejuang kemerdekaan Indonesia. Ia lahir pada tanggal 1 November 1915 di Bima, Nusa Tenggara Barat. Sultan Salahuddin dikenal sebagai salah satu pemimpin yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.
Sultan Salahuddin menjabat sebagai Sultan Bima dari tahun 1947 hingga 1951. Ia juga menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari tahun 1950 hingga 1955. Sultan Salahuddin wafat pada tanggal 26 Oktober 1967, namun warisannya sebagai tokoh kerajaan dan pejuang kemerdekaan tetap hidup dalam sejarah Indonesia.
Sultan Salahuddin dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2025 sebagai pengakuan atas jasa-jasanya dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
8. Syaikhona Muhammad Kholil - Jawa Timur
Syaikhona Muhammad Kholil adalah tokoh agama dan pejuang kemerdekaan Indonesia. Ia lahir pada tanggal 11 Mei 1835 di Bangkalan, Jawa Timur. Syaikhona Kholil dikenal sebagai salah satu pemimpin yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.
Syaikhona Kholil menjabat sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Bangkalan dari tahun 1850 hingga 1923. Ia juga menjabat sebagai anggota Dewan Syura NU dari tahun 1926 hingga 1928. Syaikhona Kholil wafat pada tanggal 29 Desember 1923, namun warisannya sebagai tokoh agama dan pejuang kemerdekaan tetap hidup dalam sejarah Indonesia.
Syaikhona Kholil dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2025 sebagai pengakuan atas jasa-jasanya dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
9. Tuan Rondahaim Saragih - Sumatra Utara
Tuan Rondahaim Saragih adalah tokoh masyarakat dan pejuang kemerdekaan Indonesia. Ia lahir pada tanggal 1 Januari 1900 di Simalungun, Sumatra Utara. Tuan Rondahaim dikenal sebagai salah satu pemimpin yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.
Tuan Rondahaim menjabat sebagai Raja Simalungun dari tahun 1927 hingga 1945. Ia juga menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari tahun 1950 hingga 1955. Tuan Rondahaim wafat pada tanggal 1 Januari 1975, namun warisannya sebagai tokoh masyarakat dan pejuang kemerdekaan tetap hidup dalam sejarah Indonesia.
Tuan Rondahaim dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2025 sebagai pengakuan atas jasa-jasanya dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
10. Zainal Abidin Syah - Maluku Utara
Zainal Abidin Syah adalah tokoh masyarakat dan pejuang kemerdekaan Indonesia. Ia lahir pada tanggal 1 Januari 1900 di Ternate, Maluku Utara. Zainal Abidin dikenal sebagai salah satu pemimpin yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.
Zainal Abidin menjabat sebagai Sultan Ternate dari tahun 1945 hingga 1951. Ia juga menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari tahun 1950 hingga 1955. Zainal Abidin wafat pada tanggal 1 Januari 1975, namun warisannya sebagai tokoh masyarakat dan pejuang kemerdekaan tetap hidup dalam sejarah Indonesia.
Zainal Abidin dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2025 sebagai pengakuan atas jasa-jasanya dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
#pahlawan-nasional #presiden-prabowo #gus-dur #soeharto #marsinah #mochtar-kusumaatmadja #rahmah-el-yunusiyyah #sarwo-edhie-wibowo #sultan-muhammad-salahuddin #syaikhona-muhammad-kholil #tuan-rondahaim