Menakar Investasi Obligasi Saat Arus Keluar Dana Asing Berlanjut

Menakar Investasi Obligasi Saat Arus Keluar Dana Asing Berlanjut

Pasar obligasi Indonesia tetap positif meski dana asing keluar, didukung penurunan yield SBN dan peningkatan aset kelolaan investasi hingga Oktober 2025.

(Bisnis.Com) 10/11/25 08:23 33318

Bisnis.com, JAKARTA — Pasar obligasi dalam negeri melanjutkan kinerja positif pada Oktober 2025 meski aliran dana asing masih tercatat keluar. Indeks obligasi komposit Indonesia (ICBI) naik 2,02% secara month to month (mtm) dan tumbuh 11,55% sepanjang tahun berjalan menjadi 438,03.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi mengatakan penguatan tersebut didukung tren penurunan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN).

Rata-rata yield SBN turun 25,68 basis poin secara bulanan dan melemah 88,36 basis poin sejak awal tahun. “Pasar obligasi masih melanjutkan tren positif,” ujar Inarno, dalam RDK OJK akhir pekan lalu.

Namun, investor nonresiden masih mencatat aksi jual bersih di pasar SBN. Pada Oktober, dana asing keluar sebesar Rp27,56 triliun secara mtm, melanjutkan arus keluar Rp45,76 triliun pada September. Dengan demikian, posisi net buy asing di pasar SBN sejak awal tahun tersisa Rp3,89 triliun.

Di pasar obligasi korporasi, investor asing juga membukukan net sell Rp0,28 triliun secara bulanan. Sepanjang tahun berjalan, aksi jual bersih mencapai Rp1,50 triliun.

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas, Ramdhan Ario Maruto, menilai arus keluar dana asing dalam beberapa bulan terakhir berkaitan dengan dinamika global yang berubah cepat. “Fund manager aktif melakukan perubahan portofolio. Ini dipengaruhi isu global dan kebijakan yang berkembang,” ujarnya.

Saat ini, porsi kepemilikan asing di pasar SBN berada di kisaran 14%. Meskipun relatif kecil, pergerakan investor nonresiden masih memiliki pengaruh signifikan terhadap volatilitas pasar obligasi.

Di sisi lain, industri pengelolaan investasi turut menunjukkan penguatan. Per 30 Oktober 2025, nilai aset kelolaan (AUM) mencapai Rp969,03 triliun, meningkat 4,98 persen secara mtm dan 15,72 persen secara year to date (ytd). Adapun Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana tercatat Rp623,23 triliun, naik 7,95 persen mtm dan 24,83 persen ytd.

Penguatan NAB tersebut didorong net subscription investor sebesar Rp45,10 triliun secara bulanan, terutama pada produk dengan underlying obligasi dan pasar uang. Sepanjang tahun berjalan, net subscription mencapai Rp90,60 triliun.

#investasi-obligasi #arus-keluar-dana-asing #pasar-obligasi-indonesia #indeks-obligasi-komposit #imbal-hasil-sbn #yield-sbn #investor-nonresiden #net-buy-asing #net-sell-obligasi #dinamika-global #port

https://market.bisnis.com/read/20251110/92/1927454/menakar-investasi-obligasi-saat-arus-keluar-dana-asing-berlanjut