Pertumbuhan Ekonomi Kaltim 4,26% pada Kuartal III/2025, Industri Pengolahan Tetap Perkasa

Pertumbuhan Ekonomi Kaltim 4,26% pada Kuartal III/2025, Industri Pengolahan Tetap Perkasa

Ekonomi Kaltim tumbuh 4,26% pada kuartal III/2025, didukung industri pengolahan yang naik 13,96%, meski sektor pertambangan terkontraksi 0,22%.

(Bisnis.Com) 06/11/25 05:57 29099

Bisnis.com, BALIKPAPAN — Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur kuartal III/2025 mencapai 4,26% (year on year/YoY), meskipun melambat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan pertumbuhan 5,52%.

Kendati demikian, angka ini menunjukkan resiliensi ekonomi salah satu provinsi penghasil batu bara terbesar di Indonesia tersebut di tengah dinamika perekonomian global.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur Yusniar Juliana menyatakan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Kaltim kuartal III/2025 mencapai Rp218,19 triliun, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp149,27 triliun.

"Pertumbuhan ekonomi secara kuartalan tercatat 0,88% (quarter to quarter/QtQ), melambat signifikan dari kuartal II/2025 yang tumbuh 2,26%," ujarnya, Rabu (5/11/2025).

Dia mengungkapkan, sektor industri pengolahan tampil sebagai penyelamat dengan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 13,96% secara tahunan. Capaian ini menjadi sinyal positif transformasi struktural ekonomi Kaltim yang selama ini sangat bergantung pada sektor ekstraktif.

Menyusul di belakangnya, lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib yang tumbuh 12,97%, diikuti sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang menggeliat 12,32%. Ketiga sektor ini memberikan kontribusi positif terhadap upaya mengurangi ketergantungan terhadap komoditas tambang.

Namun demikian, tidak semua sektor menunjukkan performa positif. Sektor pertambangan dan penggalian, yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Kaltim dengan kontribusi 33,19% justru terkontraksi 0,22%.

Selain pertambangan, dua sektor lainnya juga mencatatkan kinerja negatif. Sektor konstruksi menyusut 1,40%, yang mencerminkan perlambatan proyek infrastruktur. Sementara itu, sektor jasa keuangan dan asuransi mengalami kontraksi paling dalam sebesar 6,13%.

Dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa menjadi motor pertumbuhan dengan ekspansi 5,73%, didorong oleh meningkatnya permintaan produk industri pengolahan di pasar luar wilayah. Komponen ekspor memberikan kontribusi terbesar terhadap struktur PDRB dengan porsi mencapai 115,28%, meskipun harus dikurangi dengan impor yang juga tumbuh 5,81%.

Di sisi lain, pengeluaran konsumsi pemerintah mencatatkan lonjakan dramatis sebesar 15,95% secara kuartalan, yang mengindikasikan akselerasi belanja pemerintah daerah menjelang akhir tahun anggaran.

Adapun komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tumbuh moderat 2,54%, sedangkan konsumsi rumah tangga yang menjadi penopang ekonomi domestik turut naik sebesar 4,53%.

Secara kumulatif dari awal tahun hingga kuartal III/2025, ekonomi Kaltim tumbuh 4,35% (year to date/YtD) dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Dalam konteks regional, ekonomi Pulau Kalimantan secara keseluruhan tumbuh 4,70%. Adapun, Kaltim tetap menjadi kontributor terbesar dengan porsi 45,61% terhadap nilai tambah regional Kalimantan.

Sebagai informasi, struktur ekonomi yang masih didominasi lima sektor utama, yaitu pertambangan (33,19%), industri pengolahan (20,61%), konstruksi (11,80%), pertanian (9,58%), dan perdagangan (7,70%).

#pertumbuhan-ekonomi-kaltim #ekonomi-kaltim-2025 #industri-pengolahan-kaltim #pdrb-kaltim #sektor-industri-pengolahan #ekonomi-kalimantan-timur #pertumbuhan-ekonomi-kaltim-2025 #sektor-pertambangan-kal

https://kalimantan.bisnis.com/read/20251106/408/1926570/pertumbuhan-ekonomi-kaltim-426-pada-kuartal-iii2025-industri-pengolahan-tetap-perkasa