Lampaui Nasional, Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat Kuartal III/2025 Capai 5,20% YoY
Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat kuartal III/2025 tumbuh 5,20% YoY, melampaui nasional sebesar 5,04%, didorong industri pengolahan dan konsumsi rumah tangga.
(Bisnis.Com) 05/11/25 15:42 28486
Bisnis.com, BANDUNG — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada kuartal III/2025 sebesar 0,46% secara quarter to quarter (q-to-q), sedangkan secara year on year (y-on-y) tumbuh sebesar 5,20%, dan secara cumulative to cumulative (c-to-c) tumbuh sebesar 5,14%.
Demikian disampaikan Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat Darwis Sitorus pada rilis Berita Resmi Statistik di Aula Kantor BPS Provinsi Jawa Barat Rabu, (5/11/2025).
Menurutnya kinerja ekonomi triwulan III/2025 secara q-to-q yang tumbuh 0,46% lebih rendah jika dibandingkan dengan kinerja pada triwulan II/2025 yang tumbuh 2,33%. Demikian pula secara y-on-y triwulan III/2025 yang tumbuh 5,20% lebih rendah dibanding triwulan II/2025 yang tumbuh 5,23%.
Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat secara q-to-q lebih rendah jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang tumbuh sebesar 1,43%.
“Nilai PDRB Jawa Barat pada triwulan III/2025 mencapai Rp461,90 triliun atas dasar harga konstan atau mencapai Rp759,80 triliun atas dasar harga berlaku,” jelas Darwis.
Struktur ekonomi PDRB menurut lapangan usaha secara q-to-q, ekonomi Jawa Barat didominasi aktivitas industri pengolahan yang memberikan kontribusi sebesar 40,94% dengan laju pertumbuhan sebesar 2,49%.
Kategori perdagangan berkontribusi sebesar 14,38% dengan laju pertumbuhan sebesar 0,32%. Kategori pertanian berkontribusi sebesar 8,57% dengan laju pertumbuhan terkontraksi sebesar 6,96%. Kategori konstruksi memberikan kontribusi sebesar 8,39% dengan laju pertumbuhan sebesar 1,50%. Kategori transportasi berkontribusi sebesar 6,51% dengan laju pertumbuhan terkontraksi sebesar 1,42%.
Sementara itu laju pertumbuhan ekonomi menurut pengeluaran secara q-to-q, konsumsi rumah tangga mendominasi sebesar 65,15% dengan laju pertumbuhan terkontraksi sebesar 2,04%.
PMTB berkontribusi sebesar 24,63% dengan laju pertumbuhan sebesar 1,89%. Sementara konsumsi pemerintah berkontribusi sebesar 4,60% dengan laju pertumbuhan sebesar 5,23%.
Konsumsi LNPRT berkontribusi sebesar 0,66% dengan laju pertumbuhan terkontraksi 3,84%. Sedangkan net ekspor berkontribusi sebesar 4,93% dengan laju pertumbuhan sebesar 9,42%.
“Sumber pertumbuhan ekonomi Jawa Barat terbesar pada triwulan III/2025 secara q-to-q menurut lapangan usaha adalah industri pengolahan sebesar 1,02%. Sedangkan menurut pengeluaran adalah net ekspor sebesar 1,07%," kata Darwis.
Sementara, secara year on year pada triwulan III/2025 pertumbuhan ekonomi Jawa Barat lebih tinggi dibanding angka pertumbuhan nasional yang sebesar 5,04%.
Menurut lapangan usaha, yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah kategori jasa perusahaan dengan laju pertumbuhan sebesar 16,37%, diikuti kategori akomodasi dan makanan minuman sebesar 15,53%.
Kategori industri yang merupakan kategori dengan kontribusi tertinggi dalam struktur PDRB Jawa Barat tumbuh sebesar 3,15%. Sedangkan kategori yang mengalami kontraksi yaitu kategori administrasi pemerintahan sebesar 0,73% dan kategori pertambangan terkontraksi sebesar 1,13%.
Sementara menurut pengeluaran PMTB memiliki laju pertumbuhan tertinggi sebesar 5,27%, diikuti konsumsi pemerintah sebesar 5,04 persen dan konsumsi rumah tangga sebesar 4,92%.
“Secara year on year sumber pertumbuhan ekonomi Jawa Barat triwulan III/2025 tertinggi yaitu industri pengolahan sebesar 1,35%, sedangkan menurut pengeluaran yang tertinggi yaitu konsumsi rumah tangga sebesar 2,91%,” rinci Darwis.
Darwis Sitorus juga menjelaskan perbandingan pertumbuhan ekonomi antar pulau. Di Pulau Jawa pada triwulan III/2025 secara year on year tumbuh sebesar 5,17%, angka ini berkontribusi sebesar 56,68% terhadap PDRB ADHB nasional pada triwulan III/2025.
Di Pulau Jawa provinsi yang memiliki laju pertumbuhan ekonomi tertinggi yaitu DI Yogyakarta sebesar 5,40%, dan yang terendah adalah DKI Jakarta dengan laju pertumbuhan sebesar 4,96%.
Jawa Barat dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,20% berada di posisi kelima di Pulau Jawa dan berkontribusi sebesar 12,73% terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kinerja positif ekonomi di Jawa Barat didorong oleh banyak faktor antara lain MBG dengan kehadiran 2565 unit SPPG, mobilitas masyarakat sepanjang Januari-September, produksi padi yang meningkat, dan juga capaian realisasi investasi PMA dan PMDN yang mendorong sektor konstruksi dan komponen PMTB,” jelas Darwis.
#pertumbuhan-ekonomi #ekonomi-jawa-barat #jawa-barat-2025 #pdrb-jawa-barat #industri-pengolahan #konsumsi-rumah-tangga #net-ekspor #pertumbuhan-nasional #jasa-perusahaan #akomodasi-makanan-minuman #kon