Biaya Logistik Melonjak, Pengusaha Minta Relaksasi Layanan Karantina
Apindo meminta Barantin mempercepat dan merelaksasi layanan karantina agar beban eksportir dan importir berkurang di tengah biaya logistik naik.
(Kompas.com) 01/07/26 21:05 265615
JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta Badan Karantina Indonesia (Barantin) merelaksasi layanan karantina di tengah kenaikan biaya logistik akibat konflik geopolitik.
Permintaan tersebut disampaikan dalam pertemuan Apindo dengan Kepala Barantin Abdul Kadir Karding di Kantor Barantin, Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Abdul Kadir mengatakan, Apindo menyampaikan sejumlah masukan untuk mengurangi hambatan ekspor dan impor komoditas perikanan, tumbuhan, dan hewan.
“Tadi banyak masukan yang cukup berharga bagi kami, yang pertama meminta kepada kita memperbaiki, mempersingkat, dan mengefisiensikan layanan. Jadi layanannya cepat,” kata Abdul Kadir.
Menurut dia, eksportir dan importir masih kerap menghadapi perbedaan penafsiran dokumen antara petugas karantina di daerah dan di Jakarta.
Barantin juga sedang menyederhanakan 22 peraturan kepala badan agar proses ekspor dan impor berlangsung lebih cepat.
Selain itu, Barantin berkoordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga untuk menerapkan sistem single submission dan single inspection.
“Kalau ini bagus, ini bisa, ini akan mengurangi beban-beban teman-teman misalnya di sektor ekspor, taruhlah anggaplah ekspor ikan,” ujar Abdul Kadir.
Abdul Kadir mengatakan, konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran telah mendorong biaya logistik naik hingga 103 persen sampai 109 persen.
Kenaikan tersebut turut meningkatkan biaya produksi yang ditanggung pelaku usaha.
“Belum produksinya. Nah, kalau ini ditambah lagi beban cek ini cek itu terlalu banyak dan banyak tempat pengecekan di mana-mana, itu semakin membebani para pengekspor kita,” tuturnya.
Ketua Bidang Perikanan dan Peternakan Apindo Hendra Sugandhi mengatakan, Apindo dan Barantin sepakat membentuk forum konsultasi yang akan digelar secara berkala.
Forum tersebut bertujuan mencari solusi atas berbagai persoalan karantina dalam kegiatan ekspor dan impor.
Menurut Hendra, kerja sama tersebut penting dilakukan di tengah tekanan yang dihadapi pelaku usaha akibat gejolak geopolitik.
“Kita harus mencoba untuk apa namanya dari pelaku usaha berharap dan itu sudah disampaikan oleh Pak Kabarantin untuk mendapatkan kemudahan relaksasilah supaya tekanan eksternal ini bisa berkurang,” tutur Hendra.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang