Diskannak Garut: Pakan hasil riset IPB untuk alternatif saat kemarau
Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyebutkan produk pakan komplit fermentatif hasil riset Institut Pertanian Bogor ...
(Antara) 01/07/26 16:25 265281
Garut (ANTARA) - Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyebutkan produk pakan komplit fermentatif hasil riset Institut Pertanian Bogor (IPB) yang dikembangkan di Kecamatan Leles, Garut, dapat menjadi solusi alternatif untuk memenuhi kebutuhan pakan hijauan ternak saat musim kemarau.
"Pakan komplit fermentatif untuk ternak ruminansia yang sedang dikembangkan, dan diuji oleh IPB, merupakan salah satu alternatif solusi ketersediaan pakan ternak ruminansia bernutrisi seimbang disepanjang tahun, khususnya pada musim kemarau," kata Kepala Diskannak Garut, Dyah Savitri di Garut, Rabu.
Ia menuturkan, tim riset IPB saat ini sedang melakukan riset pengabdian dengan mengembangkan pakan ternak hijauan yang bernilai ekonomis di Unit Pakan Mandiri Leles Lestari, Kecamatan Leles, Garut dengan bahan baku yang mudah didapat di lingkungan sekitar.
Adanya inovasi pakan ternak itu, kata dia, dapat menjadi alternatif ketika kondisi musim kemarau yang seringkali sumber pakan hijauan atau rumput di lapangan sudah mengering atau sulit didapat oleh peternak.
"Ini juga bisa menjadi salah satu pemberian pakan yang baik dan mudah-mudahan ini bisa terjangkau untuk semua kalangan peternak," katanya.
Ia menyampaikan, saat ini sejumlah peternak di Garut masih melakukan kegiatan pengadaan pakannya secara tradisional yakni mencari rumput kemudian diangkut ke tempat peternakannya dan disajikan untuk ternaknya.
Cara tradisional itu, kata dia, tentunya ada batasan apalagi saat musim kemarau yang biasanya rumput akan sulit dicari, dan juga banyak yang kering sehingga peternak akan kesulitan memenuhi kebutuhan pakan ternaknya.
"Saat ini \'kan peternak sebagian besar masih melaksanakan pengadaan pakan itu dengan cara tradisional, meskipun dinas terus mengadakan edukasi dan sosialisasi untuk cara-cara pengawetan pakan hijauan yang ringkas," katanya.
Selama ini, menurut dia, pihaknya juga telah memberikan pelatihan untuk pembuatan silase dimana beberapa daerah seperti Kecamatan Bayongbong, dan Cikajang sudah menerapkan pembuatan pakan silase itu.
Diskannak Garut, lanjut dia, terus berupaya mengedukasi peternak terkait cara pengawetan pakan ternak, kemudian mensosialisasikan terkait inovasi pengolahan pakan salah satunya yang sedang dikembangkan oleh IPB.
"Sekarang sedang diujicobakan, mudah-mudahan hasilnya baik dan akhirnya juga bisa kita sebar luas," katanya.
Sebelumnya, tim riset dari IPB melibatkan masyarakat peternak, dan juga pelaku usaha yang bergerak di bidang pakan, kemudian pemerintah daerah melakukan langkah inovasi memproduksi pakan ternak alternatif dari sumber daya lokal seperti dedak, bungkil, dan suplemen yang diproduksi dari bahan baku daerah.
Pakan tersebut diberi nama pakan komplit fermentatif yang sudah diriset sejak 2019 itu juga bisa memanfaatkan berbagai limbah pertanian seperti jagung, sorgum, dan jerami.
Pewarta: Feri Purnama
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026