Pendapatan PT KBI Tembus Rp 209 Miliar, Transaksi Komoditas Melesat
PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) mencatatkan kinerja sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan pendapatan operasional sebesar Rp 209 miliar.
(Kompas.com) 30/06/26 20:33 264291
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan pendapatan operasional sebesar Rp 209 miliar atau tumbuh 12 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Pertumbuhan tersebut didorong oleh penguatan layanan kliring serta transformasi bisnis berkelanjutan yang dilakukan perusahaan sehingga meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan.
Kinerja tersebut dipaparkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Laporan Tahunan PT KBI di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Dok. PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI)Dalam rapat tersebut, seluruh agenda utama disetujui, mulai dari pengesahan laporan keuangan tahun buku 2025 hingga rencana bisnis perusahaan untuk tahun 2026.
Menurut perusahaan, dukungan pemegang saham tersebut semakin memperkuat posisi strategis PT KBI dalam ekosistem perdagangan berjangka nasional.
Volume transaksi meningkat
Selain mencatat kenaikan pendapatan, PT KBI juga membukukan pertumbuhan pada sejumlah indikator operasional.
Volume transaksi multilateral dari perdagangan berjangka komoditas meningkat 36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Perseroan menyebut peningkatan tersebut mencerminkan bertambahnya kepercayaan Anggota Kliring terhadap layanan serta ekosistem bisnis yang dikembangkan perusahaan.
Di sisi lain, transaksi Timah Luar Negeri juga mengalami peningkatan. Volume transaksi naik 23 persen, dari 8.043 lot pada tahun sebelumnya menjadi 9.898 lot sepanjang 2025.
Nilai transaksi Timah Luar Negeri tersebut mencapai 1,672 miliar dollar AS.
ANTARA FOTO/Andri Saputra Seorang pekerja menghitung balok timah hasil produksi di gudang penyimpanan di PT Timah Tbk di Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (16/10/2025).Direktur Utama PT KBI Budi Susanto mengatakan, capaian perusahaan sepanjang 2025 merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam memperkuat layanan inti.
"PT KBI terus memperkuat kualitas layanan kliring dan penyelesaian transaksi, menjaga tata kelola perusahaan, serta meningkatkan efektivitas operasional di tengah dinamika industri yang terus berkembang," ujar Budi dalam siaran pers.
Perkuat kolaborasi dengan regulator
Budi mengatakan, PT KBI juga terus memperkuat kolaborasi strategis dengan berbagai regulator, mulai dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Bank Indonesia (BI).
Menurut dia, khusus kerja sama dengan BI, PT KBI sebagai lembaga kliring akan melakukan pengembangan dan inovasi sistem berdasarkan The Principles for Financial Market Infrastructures (PFMI) dan Blueprint Pendalaman Pasar Uang 2030 (BPPU 2030).
Pengembangan tersebut difokuskan pada pembangunan infrastruktur 3I yang meliputi Interkoneksi, Interoperabilitas, dan Integrasi dengan standar internasional.
"PT KBI terus memperkuat kolaborasi strategis dengan para regulator, mulai dari BAPPEBTI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Bank Indonesia (BI). Khusus untuk penguatan kolaborasi dengan BI, PT KBI sebagai Lembaga Kliring akan melakukan pengembangan dan inovasi sistem berdasarkan The Principles for Financial Market Infrastructures (PFMI) dan Blueprint Pendalaman Pasar Uang 2030 (BPPU 2030) yang berfokus pada pembangunan infrastruktur 3I, yaitu Interkoneksi, Interoperabilitas, dan Integrasi berstandar internasional guna memperkuat daya saing PT KBI di tengah dinamika pasar," kata Budi.
Jalankan program TJSL
Selain fokus pada pengembangan bisnis, PT KBI juga menjalankan konsep Triple Bottom Line (TBL) yang menyeimbangkan aspek People, Profit, dan Planet.
Sepanjang 2025, perusahaan mengalokasikan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebesar Rp 891 juta.
Program tersebut mencakup tiga pilar utama, yakni sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Beberapa program yang dijalankan antara lain dukungan terhadap program tahunan Integrated Farming System (IFS) sebagai bagian dari upaya mendukung agenda swasembada pangan nasional.
Selain itu, PT KBI juga menjalankan sejumlah program kolaborasi BUMN, seperti SEMAR Ekonomi–Integrasi UMK Berdaya, SEMAR Lingkungan–Holding Danareksa Olah Sampah, serta SEMAR Edukasi–Sekolah Hijau Danareksa.
Budi mengatakan, capaian sepanjang 2025 menjadi landasan bagi perusahaan untuk terus mengembangkan ekosistem komoditas yang lebih baik.
"Capaian 2025 menjadi pijakan penting bagi PT KBI untuk terus membangun ekosistem komoditas yang transparan, terintegrasi dan berkelanjutan," ujar dia.
Ke depan, PT KBI akan berfokus pada penguatan transformasi digital, peningkatan kualitas layanan, pengembangan ekosistem bisnis, serta erinovasi produk dan layanan untuk mendukung pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan.
Perseroan juga akan memperkuat kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan sebagai bagian dari upaya memperluas kontribusi terhadap pengembangan industri dan perekonomian nasional.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#kliring #kliring-berjangka-indonesia #kbi #perdagangan-berjangka-komoditi