Instagram Hingga Facebook Jadi Sarang Spam Judol, Komdigi Panggil Meta
Komdigi akan bertemu Meta setelah Instagram dan Facebook menjadi platform dengan temuan spam promosi judi online terbanyak akibat modus baru pelaku.
(WE Finance) 29/06/26 20:10 263087
Warta Ekonomi, Jakarta -Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berencana bertemu dengan perwakilan Meta menyusul maraknya penyebaran komentar spam yang mempromosikan judi online di Instagram dan Facebook. Kedua platform tersebut tercatat sebagai media sosial dengan temuan komentar promosi judi online terbanyak berdasarkan hasil pemantauan pemerintah.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, mengatakan pertemuan dengan Meta akan difokuskan pada penguatan pengawasan serta penanganan konten promosi judi online yang penyebarannya semakin masif.
"Menurut pantauan kami, komentar promosi judi online tersebut paling banyak tersebar di platform yang dinaungi oleh Meta, yaitu Instagram dan Facebook. Kami merencanakan akan segera bertemu perwakilan Meta untuk menindaklanjuti hal ini," kata Alexander dalam konferensi pers di Kantor Komdigi, Jakarta, Senin (29/6/2026).
Selain Meta, Komdigi juga meminta seluruh platform digital memperketat pengawasan terhadap konten yang berkaitan dengan judi online.
Alexander menjelaskan, pelaku kini menggunakan modus baru dengan membanjiri kolom komentar akun media sosial yang memiliki jangkauan tinggi menggunakan sistem otomatis atau bot. Komentar tersebut berisi promosi beserta tautan menuju situs judi online.
Menurutnya, pola tersebut sengaja dirancang untuk menghindari sistem moderasi platform. Pelaku menggunakan berbagai variasi kata kunci dan tagar sehingga komentar promosi lebih sulit dideteksi secara otomatis.
Komdigi juga menemukan operasi penyebaran spam tersebut dilakukan secara terorganisasi melalui sistem afiliasi dan melibatkan jaringan akun yang terindikasi berbasis di India dan Brasil. Dalam waktu singkat, ribuan komentar dapat disebarkan ke berbagai unggahan dengan tingkat interaksi tinggi.
Alexander menegaskan pemerintah akan terus memperkuat pengawasan ruang digital seiring munculnya berbagai modus baru yang digunakan pelaku untuk mempromosikan judi online. Ia juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan apabila menemukan komentar yang mengarah pada promosi judi online di media sosial.