Bahlil Ungkap Penyebab Harga Gas Industri Diturunkan Meski LNG Mahal
Pemerintah memutuskan menurunkan harga gas alam cair (LNG) untuk industri menjadi 13 dollar AS per MMBTU sebagai respons atas kenaikan harga gas.
(Kompas.com) 29/06/26 14:46 262573
JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah memutuskan menurunkan harga gas alam cair (LNG) untuk industri menjadi 13 dollar AS per MMBTU sebagai respons atas kenaikan harga gas di pasar global dan untuk menjaga keberlangsungan sektor industri serta lapangan kerja.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah pemerintah menerima berbagai aspirasi dari pelaku industri dalam sekitar 10 hari terakhir.
"Hari ini kita melakukan rapat koordinasi untuk merespons berbagai dinamika geopolitik yang berdampak pada perekonomian nasional, khususnya sektor energi," ujar Bahlil dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Senin (29/6/2026).
DOK. PLN EPI Ilustrasi gas LNG dan LPG. Pengertian LNG dan LPG. Keunggulan LNG dan LPG. Perbedaan LNG dan LPG.Menurut dia, pemerintah menerima berbagai masukan dari asosiasi industri keramik, sejumlah sektor industri lain, hingga Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).
Melalui koordinasi antara pemerintah dan DPR, kata Bahlil, sejumlah langkah telah dirumuskan untuk mengatasi persoalan yang dihadapi dunia industri.
"Pertama, pemerintah berpandangan bahwa menjaga keberlanjutan lapangan kerja merupakan tanggung jawab pemerintah," kata dia.
Harga gas industri dibagi menjadi tiga skema
Dalam kebijakan terbaru tersebut, pemerintah membagi harga gas industri ke dalam tiga skema.
Pertama, bagi industri penerima program Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), harga gas tetap dipertahankan pada kisaran 6,5 dollar AS hingga 7 dollar AS per MMBTU meski harga gas global meningkat.
Menurut Bahlil, keputusan mempertahankan harga tersebut diambil setelah pemerintah menggelar rapat intensif bersama Pertamina dan PGN.
KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam acara Energy Forum di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (25/6/2026)."Kami memahami bahwa kebijakan ini tidak mudah bagi semua pihak, tetapi kita harus bersama-sama menjaga agar lapangan pekerjaan tetap terpelihara," ujarnya.
Kedua, bagi industri pengguna gas pipa non-HGBT yang pasokannya berasal dari wilayah Jawa, harga juga dipertahankan di level 9,6 dollar AS per MMBTU.
Produksi gas Jawa Barat menurun
Bahlil menjelaskan, persoalan utama yang dihadapi saat ini bukan terletak pada ketersediaan gas nasional, melainkan menurunnya produksi gas dari lapangan di wilayah Jawa Barat.
Selama ini, lapangan gas tersebut memasok kebutuhan industri di Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta.
Akibat penurunan produksi tersebut, kebutuhan gas industri harus dipenuhi menggunakan LNG yang dikirim dari Papua, Sulawesi, Kalimantan, dan wilayah lain di luar Pulau Jawa.
Menurut Bahlil, harga LNG di pasar saat ini berada di kisaran 20 dollar AS hingga 23 dollar AS per MMBTU, sehingga pelaku industri meminta pemerintah memberikan intervensi.
"Atas arahan Presiden, pemerintah memutuskan untuk menurunkan harga LNG bagi industri menjadi 13 dollar AS per MMBTU," kata dia.
Sebelumnya, kata Bahlil, pelaku industri mengusulkan harga LNG berada pada kisaran 15 dollar AS hingga 16 dollar AS per MMBTU.
Namun, setelah dilakukan perhitungan dan memperoleh persetujuan Presiden, pemerintah menetapkan harga sebesar 13 dollar AS per MMBTU.
Biaya distribusi membuat harga LNG lebih mahal
Bahlil menjelaskan, tingginya harga LNG disebabkan proses distribusi yang lebih panjang dibandingkan gas pipa.
SHUTTERSTOCK/NOOMCPK Ilustrasi pipa gas, jalur pipa gas.LNG harus diangkut dari luar Pulau Jawa, kemudian menjalani proses regasifikasi sebelum akhirnya dialirkan kembali melalui jaringan pipa menuju kawasan industri.
"Seluruh proses tersebut menimbulkan biaya tambahan," ujar dia.
Di sisi lain, Bahlil menegaskan bahwa produksi gas dari wilayah Jawa Timur masih berjalan sesuai target lifting. Penurunan produksi hanya terjadi di wilayah barat.
Ia juga memastikan target lifting gas nasional secara keseluruhan tetap tercapai sehingga Indonesia tidak mengalami kekurangan pasokan gas.
"Jadi, persoalannya bukan karena gas tidak tersedia, melainkan karena biaya LNG yang tinggi," kata Bahlil.
Karena itu, pemerintah memutuskan harga LNG untuk industri ditetapkan sebesar 13 dollar AS per MMBTU guna merespons kondisi tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#harga-gas-industri #harga-gas #lng #bahlil-lahadalia #gas-industri