Pemberdayaan Guru Jadi Kunci Percepatan Talenta AI Nasional
Kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri teknologi menjadi faktor penting dalam mempersiapkan generasi muda.
(Kompas.com) 29/06/26 12:19 262496
JAKARTA, KOMPAS.com – Pemberdayaan guru dinilai menjadi langkah strategis dalam mempercepat lahirnya talenta kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) nasional.
Melalui peningkatan kapasitas dan literasi AI di kalangan pendidik, proses transfer pengetahuan kepada peserta didik dapat berlangsung lebih luas dan berkelanjutan, sehingga mendukung penguatan sumber daya manusia (SDM) digital Indonesia di masa depan.
Dalam Program IndonesiapandAI di Jakarta, Founder dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI) Dirgayuza Setiawan mengatakan, kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri teknologi menjadi faktor penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat.
"Ketika industri teknologi kelas dunia dan dunia pendidikan bersatu, hasilnya luar biasa. Para guru kini tidak hanya memahami Generative AI, tetapi juga mampu membangun proyek AI mereka sendiri dan mendapat kesempatan meraih sertifikasi AWS AI Practitioner bertaraf internasional," ujar Dirgayuza dalam keterangannya, Minggu (28/6/2026).
Menurut dia, penguatan kompetensi guru akan memberikan dampak berlipat karena pengetahuan yang diperoleh dapat ditransfer kepada siswa maupun tenaga pendidik lainnya. Langkah tersebut sejalan dengan visi YPKBI untuk menghadirkan pendidikan berkualitas internasional bagi generasi muda Indonesia.
Program IndonesiapandAI merupakan hasil kolaborasi YPKBI dan Amazon Web Services (AWS) yang memberikan pelatihan gratis di bidang komputasi awan (cloud computing) dan AI generatif kepada para guru dari sekolah-sekolah unggulan dalam jaringan YPKBI.
Sebanyak 22 guru mengikuti pelatihan intensif berbasis praktik (hands-on) AI generatif, termasuk membangun aplikasi AI menggunakan platform PartyRock milik AWS. Mereka juga memperoleh kesempatan untuk mengikuti sertifikasi internasional AWS Certified AI Practitioner.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid yang juga menjabat Ketua Dewan Pengawas YPKBI menilai investasi pada peningkatan kapasitas guru akan mempercepat terbentuknya ekosistem AI yang inklusif di Indonesia.
"AI harus menjadi alat pemerataan kesempatan, bukan sumber kesenjangan baru. Karena itu, pembangunan ekosistem AI Indonesia harus dimulai dari penguatan sumber daya manusia," kata Meutya.
"Kolaborasi YPKBI dan AWS melalui Program IndonesiapandAI membuktikan bahwa investasi pada satu guru dapat menghadirkan dampak yang jauh lebih besar bagi ribuan peserta didik," lanjut Meutya.
Ia menambahkan, efek berantai dari peningkatan kompetensi guru akan mempercepat lahirnya talenta-talenta digital yang dibutuhkan Indonesia untuk bersaing di era ekonomi digital.
"Setiap anak bangsa, di mana pun berada, harus memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berinovasi, dan berpartisipasi dalam ekonomi digital masa depan. Dengan cara itulah AI menjadi instrumen pertumbuhan ekonomi sekaligus kemajuan sosial yang inklusif dan berkelanjutan," ujarnya.
Sementara itu, Head of APJ Market Expansion & Strategic Partnerships, Training & Certification AWS Yashinta Bahana menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci untuk mempercepat penyiapan talenta AI nasional.
"Kami percaya bahwa ketika industri, pendidikan, dan pemerintah bersatu, akselerasi penyiapan talenta AI Indonesia akan berlipat ganda," ujar Yashinta.
Menurut dia, Program IndonesiapandAI dapat memperluas akses pelatihan cloud dan AI melalui materi berbahasa Indonesia yang dapat dimanfaatkan secara terbuka oleh masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, peningkatan literasi AI diharapkan dapat menjangkau lebih banyak kalangan dan memperkuat daya saing SDM Indonesia di era transformasi digital.
"Kolaborasi ini mempertemukan kebutuhan industri secara langsung dengan para pengajar yang mencetak generasi penerus bangsa, sehingga satu guru yang terampil hari ini dapat menjadi katalis bagi ribuan inovator di masa depan," tegas Yashinta.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang