Pemerintah Percepat Elektrifikasi KRL Green Line, Target Rampung 2027
Pemerintah percepat peningkatan KRL Green Line, elektrifikasi, penambahan gerbong, dan kereta berkapasitas besar siap pangkas waktu tunggu rute Tanah Abang-Rangkasbitung.
(Kompas.com) 27/06/26 09:48 261403
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mempercepat peningkatan kapasitas layanan KRL Green Line, yakni relasi Tanah Abang-Rangkasbitung, melalui proyek elektrifikasi, penambahan rangkaian kereta menjadi 12 gerbong, serta pengadaan kereta berkapasitas lebih besar.
Langkah ini diprioritaskan untuk mengurangi kepadatan penumpang dan memangkas waktu tunggu (headway) di salah satu jalur KRL dengan pertumbuhan pengguna yang terus meningkat.
Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi mengatakan, jalur Green Line menjadi prioritas karena tingginya permintaan layanan dan headway yang masih relatif panjang.
WIKIMEDIA COMMONS/DESTA231206 Ilustrasi KRL Commuter Line."Yang paling cepat prosesnya adalah Green Line, elektrifikasinya. Harapannya yang ke Rangkasbitung itu bisa segera diselesaikan, karena headway-nya masih terlalu jauh dan jumlah penumpangnya semakin banyak. PT KAI memprioritaskan Green Line untuk segera dilakukan peningkatan elektrifikasi," ujar Dudy di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Menurutnya, setelah elektrifikasi ditingkatkan, pemerintah akan menambah kapasitas angkut dengan memperpanjang rangkaian kereta dari 10 menjadi 12 gerbong serta mengganti armada dengan kereta berukuran lebih besar.
"Nanti kita bisa menambah kapasitas angkut menjadi 12 gerbong dan mengganti kereta yang lebih besar lagi. Dari yang sebelumnya 10 gerbong menjadi 12 gerbong, kemudian dari yang kecil menjadi yang lebih besar, sehingga kapasitas angkut akan meningkat," katanya.
Dudy berharap proyek tersebut dapat diselesaikan secepatnya dengan target pada 2027 atau paling lambat 2028.
Ia meminta masyarakat bersabar selama proses pembangunan berlangsung.
"Saya berharap bisa cepat dan selesai di tahun 2027. Paling lambat 2028. Mohon masyarakat bersabar, dengan segala dinamikanya kita akan berusaha sesegera mungkin merealisasikan pembangunan elektrifikasi ke seluruh jalur karena kami memahami kebutuhan masyarakat," ujarnya.
UNSPLASH/REYHAN AVISENO Ilustrasi KRL Commuter Line.Selain meningkatkan kapasitas kereta, proyek elektrifikasi juga akan memungkinkan pengurangan headway sehingga frekuensi perjalanan KRL dapat ditambah.
"Dengan peningkatan elektrifikasi ini kita harapkan headway akan semakin berkurang, sehingga kita bisa menambah frekuensi perjalanan dan tentunya juga menambah jumlah sinyal," kata Dudy.
Ia menambahkan, Kementerian Perhubungan telah meminta PT KAI mempercepat pengadaan trainset baru setelah peningkatan elektrifikasi dan sistem persinyalan selesai dilakukan.
"Trainset-nya sudah kita minta pengadaannya ke KAI. Setelah peningkatan elektrifikasi dan sinyal selesai, maka pengadaan trainset yang lebih banyak dan lebih besar bisa dilakukan. Karena layanan KRL di Jakarta juga didukung skema public service obligation dari pemerintah," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono mengungkapkan tingkat okupansi KRL Green Line pada jam sibuk telah mencapai 161 persen sehingga peningkatan kapasitas menjadi kebutuhan yang mendesak.
"Okupansi pada jam sibuk saat ini mencapai 161 persen. Ini memang menjadi isu yang perlu segera kita cari resolusinya,” ujar Allan.
“Dalam waktu dekat KAI akan melakukan peningkatan arus listrik, dan harapannya paling lambat tahun 2027 sudah selesai. KAI juga akan mempercepat pengadaan trainset baru yang lebih panjang dan gerbongnya lebih luas," tegas Allan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#krl-green-line #elektrifikasi-krl #tanah-abang-rangkasbitung #kapasitas-krl