Cegah Kasus Penyekapan Terulang, KDM Minta Kos dan Kontrakan Perketat Pendataan Penghuni
Gubernur Jabar imbau pemilik kos perketat pendataan penghuni untuk cegah kasus penyekapan. Verifikasi identitas dan laporkan data ke RT/RW penting dilakukan.
(Bisnis.Com) 24/06/26 12:31 258327
Bisnis.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengimbau para pemilik rumah kos dan kontrakan untuk lebih cermat dalam memeriksa identitas calon penghuni. Imbauan tersebut disampaikan menyusul terungkapnya kasus penyekapan seorang perempuan berinisial YTR (29) di sebuah rumah kos di kawasan Cileunyi, Kabupaten Bandung.
Pernyataan itu disampaikan setelah aparat Polda Jawa Barat berhasil menangkap Taufik Hidayat, pelaku penyekapan, di wilayah Majalaya, Kabupaten Bandung, pada Selasa (23/6/2026) malam.
Menurut KDM, peristiwa tersebut harus menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan tempat tinggalnya, termasuk keberadaan penghuni kos dan kontrakan di sekitar mereka.
Ia menilai pemilik kos tidak seharusnya menerima penyewa begitu saja tanpa melakukan pemeriksaan identitas maupun status hubungan para penghuni yang tinggal bersama.
"Kepada seluruh warga Jawa Barat, khususnya pemilik kos, setiap tamu atau penghuni yang datang sebaiknya diperiksa identitasnya. Jika datang berpasangan, lihat KTP-nya, cek alamatnya, dan apabila mengaku sebagai suami istri sebaiknya dapat menunjukkan surat nikah," ujar KDM, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, langkah tersebut penting dilakukan karena masih ditemukan tempat kos yang menerima penghuni tanpa verifikasi identitas maupun dokumen pendukung lainnya.
KDM juga meminta agar data penghuni kos dan kontrakan secara rutin dilaporkan kepada pengurus RT dan RW setempat. Pendataan tersebut dinilai penting untuk mempermudah pengawasan lingkungan sekaligus mencegah potensi tindak pelanggaran hukum.
"Nama-nama penghuni sebaiknya didaftarkan kepada RT dan RW agar keberadaan mereka diketahui lingkungan. Ini penting untuk mengantisipasi apabila di kemudian hari terjadi persoalan hukum atau gangguan keamanan," katanya.
Selain peran pemilik kos, KDM menekankan pentingnya keterlibatan aparat kewilayahan dalam melakukan pengawasan. Ia meminta kepala desa, lurah, ketua RT, dan RW lebih aktif memantau rumah kos maupun tempat tinggal sementara yang berada di wilayah masing-masing.
Menurutnya, pengawasan lingkungan yang baik dapat menjadi langkah pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi di Jawa Barat. KDM berharap terungkapnya kasus penyekapan di Cileunyi menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar serta bersama-sama menjaga keamanan keluarga dan warga di lingkungannya.
"Semoga peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk lebih peduli dan saling menjaga. Dengan begitu, kejadian serupa tidak terulang kembali," ujarnya.
#kos-dan-kontrakan #pendataan-penghuni #identitas-penghuni-kos #pemeriksaan-identitas #penyekapan-di-cileunyi #keamanan-lingkungan #pengawasan-rumah-kos #verifikasi-identitas-penghuni #laporan-penghuni