BNI Perkuat Rantai Ekonomi Dukung Makan Bergizi Gratis di Ranah Minang

BNI Perkuat Rantai Ekonomi Dukung Makan Bergizi Gratis di Ranah Minang

BNI mendukung Program Makan Bergizi Gratis di Sumatra Barat dengan menyalurkan KUR hingga Rp500 juta untuk pelaku usaha lokal, memperkuat rantai ekonomi dan inklusi keuangan.

(Bisnis.Com) 23/06/26 21:50 257848

Bisnis.com, PADANG - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini mulai menjangkau berbagai daerah di Indonesia tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal.

Di Sumatra Barat, dukungan terhadap program nasional tersebut datang dari berbagai pihak, termasuk sektor perbankan yang berperan dalam memperkuat rantai pasok pangan melalui akses pembiayaan, seperti yang dilakukan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI yang menjadi salah satu bank yang menyatakan komitmennya dalam mendukung keberhasilan program MBG.

Analis Retail Productive & Business Program, Kantor Wilayah 02, Rita Fatmala Sari mengatakan dukungan tersebut diwujudkan melalui penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) kepada pelaku usaha yang terlibat dalam penyediaan bahan pangan, mulai dari petani, peternak, nelayan, hingga UMKM pemasok kebutuhan makanan.

Dia menyampaikan di balik setiap porsi makanan yang tersaji untuk para penerima manfaat, terdapat rantai ekonomi yang bergerak. Petani menyiapkan hasil panen, peternak menyediakan sumber protein, nelayan memasok hasil tangkapan, sementara pelaku UMKM mengolah dan mendistribusikan bahan pangan.

“Jadi dari seluruh mata rantai tersebut membutuhkan dukungan permodalan agar mampu memenuhi kebutuhan program yang terus berkembang, dan dari sisi ini BNI hadir untuk berperan,” katanya kepada Bisnis di Padang, Senin (22/6/2026).

Rita mengatakan BNI telah menyiapkan berbagai skema pembiayaan yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha yang menjadi bagian dari ekosistem program MBG ini.

Menurutnya, pembiayaan KUR dapat diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dengan nilai pinjaman mencapai Rp500 juta. Skema tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi ujung tombak pelaksanaan program di berbagai daerah.

“Persyaratan penerimaan KUR kami sesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Nilai pembiayaan dapat mencapai Rp500 juta dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan usaha maupun operasional yang berkaitan dengan pelaksanaan program,” ujarnya.

Komitmen BNI tidak berhenti pada pembiayaan semata, sebagai bagian dari dukungan terhadap ekosistem program, BNI juga telah menyiapkan layanan perbankan yang dapat mendukung pengelolaan keuangan secara lebih efektif dan transparan. Salah satunya melalui layanan cash management menggunakan BNIDirect yang dapat terintegrasi dengan sistem keuangan unit layanan Badan Gizi Nasional (BGN) di berbagai daerah.

Selain itu, BNI juga menawarkan berbagai produk dan layanan perbankan lainnya, seperti tabungan, aplikasi digital wondr by BNI, hingga fasilitas kredit konsumer bagi pegawai unit layanan BGN yang menyalurkan penghasilannya melalui BNI.

Bagi unit layanan yang dikelola oleh pihak swasta, BNI saat ini juga tengah menyiapkan skema kredit khusus yang ditujukan untuk mendukung pembangunan fasilitas dan percepatan implementasi MBG. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan serta memperkuat kesiapan infrastruktur pendukung program.

Tidak hanya itu, lanjut Rita, peluang pembiayaan juga dibuka bagi supplier bahan makanan yang menjadi mitra unit layanan BGN. Mulai dari pemasok sayuran, bahan pokok, produk peternakan, hingga hasil perikanan dapat memperoleh akses pembiayaan guna meningkatkan kapasitas usaha mereka.

Di sisi lain, BNI juga melihat program ini sebagai kesempatan untuk memperluas inklusi keuangan. Produk tabungan misalnya, dapat dimanfaatkan oleh para siswa penerima manfaat program, termasuk ibu hamil dan balita yang terdaftar di posyandu setempat. Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan dari sisi pemenuhan gizi, tetapi juga dari peningkatan akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

Sementara itu, kinerja penyaluran KUR BNI di Sumatra Barat menunjukkan tren yang positif. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, penyaluran KUR tercatat mencapai Rp93 miliar kepada 346 debitur. Sektor perdagangan masih menjadi penyumbang terbesar dalam penyaluran kredit tersebut, disusul sektor pertanian yang terus menunjukkan potensi pertumbuhan.

Rita menjelaskan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu fokus utama penyaluran KUR BNI. Berbagai program pendukung seperti Kartu Tani, digitalisasi pertanian, hingga pemanfaatan Agen46 yang tersebar hingga ke wilayah pedesaan menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat.

Melalui dukungan pembiayaan yang menyasar berbagai sektor produktif, BNI berharap program MBG tidak hanya menjadi instrumen peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi daerah.

"Ketika kebutuhan pangan meningkat dan dipenuhi oleh pelaku usaha lokal, maka manfaat program akan dirasakan lebih luas oleh masyarakat," sebutnya.

Di Sumatra Barat, sinergi antara pemerintah, BGN, pelaku usaha, dan sektor perbankan menjadi fondasi penting dalam menyukseskan program tersebut. Dari sawah dan ladang, dari tambak hingga lautan, hingga akhirnya tersaji di meja makan penerima manfaat, setiap proses menunjukkan bagaimana sebuah program sosial dapat sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Rita menyampaikan bahwa dengan dukungan pembiayaan yang tepat, harapan menghadirkan generasi yang lebih sehat sekaligus ekonomi lokal yang lebih kuat menjadi semakin nyata.

#bni #makan-bergizi #rantai-ekonomi #sumatra-barat #kredit-usaha-rakyat #pembiayaan-kur #pelaku-usaha-lokal #program-mbg #dukungan-perbankan #akses-pembiayaan #ekosistem-program #inklusi-keuangan #laya

https://sumatra.bisnis.com/read/20260623/534/1982843/bni-perkuat-rantai-ekonomi-dukung-makan-bergizi-gratis-di-ranah-minang