Intip Target Saham BBCA Terbaru di Tengah Tekanan Laju IHSG

Intip Target Saham BBCA Terbaru di Tengah Tekanan Laju IHSG

DBS Group Research memberikan proyeksi target saham BBCA di tengah tekanan IHSG dan arus modal asing keluar.

(Bisnis.Com) 23/06/26 11:38 257211

Bisnis.com, JAKARTA — Saham yang memiliki fundamendal kuat, termasuk PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dinilai menjadi peluang menarik di tengah laju IHSG yang masih tertekan.

Laporan DBS Group Research, dikutip Selasa (23/6/2026), menyebut kekhawatiran pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia cenderung berlebihan dan sudah banyak tecermin pada valuasi saham saat ini.

Dalam kondisi pasar yang penuh ketidakpastian, investor dinilai makin selektif dan cenderung mencari emiten dengan visibilitas laba yang tinggi, kualitas aset yang kuat, serta model bisnis yang defensif.

“BBCA tetap menjadi pilihan utama kami di sektor perbankan berkat posisi likuiditas yang kuat, pertumbuhan kredit yang konservatif, serta kualitas aset yang unggul," tulis DBS dalam risetnya.

Dalam laporan risetnya per 17 Juni 2026, BBCA dinilai memiliki struktur pendanaan yang lebih kuat berkat rasio dana murah atau current account saving account (CASA) yang tertinggi di industri. Kondisi tersebut membuat biaya dana relatif lebih terjaga ketika suku bunga masih tinggi.

DBS juga memperkirakan pertumbuhan kredit BBCA yang berada di kisaran 4% hingga 5% membuat perseroan tidak perlu bersaing agresif dalam penyaluran kredit. Strategi tersebut dinilai membantu menjaga margin bunga bersih lebih baik dibandingkan bank-bank besar lain.

Selain itu, kualitas aset yang terjaga serta disiplin dalam pengelolaan modal membuat BBCA dinilai lebih siap menghadapi kondisi likuiditas yang semakin ketat dibandingkan bank-bank besar lainnya. DBS mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp8.000 per saham.

DBS menilai valuasi BBCA saat ini sudah mencerminkan skenario ekonomi yang jauh lebih buruk dibandingkan kondisi fundamental yang sebenarnya. Pada awal Juni 2026, valuasi price to book value (PBV) BBCA sempat turun hingga 1,9 kali, level yang terakhir terlihat saat krisis keuangan global 2008, sebelum kembali bergerak ke sekitar 2,3 kali.

Valuasi tersebut mengindikasikan pasar telah memperhitungkan perlambatan ekonomi yang lebih dalam dibandingkan masa pandemi. Padahal, proyeksi pertumbuhan laba korporasi Indonesia pada 2026 hanya direvisi tipis menjadi 7,5% dari sebelumnya 7,8%.

Analis DBS juga menilai musim laporan keuangan kuartal kedua akan menjadi ujian penting bagi pasar. Apabila kinerja emiten-emiten besar, khususnya sektor perbankan, tetap menunjukkan ketahanan di tengah tekanan makroekonomi, maka ruang pemulihan valuasi pasar akan makin terbuka.

DBS memperkirakan stabilisasi nilai tukar rupiah akan menjadi faktor utama yang dapat mendorong pemulihan valuasi saham-saham Indonesia, termasuk BBCA. Penurunan harga minyak, meredanya ketegangan geopolitik, serta dukungan kebijakan Bank Indonesia dipandang berpotensi memperbaiki sentimen investor terhadap pasar domestik.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#bbca #saham-bbca #target-saham-bbca #ihsg #tekanan-ihsg #prospek-ekonomi-indonesia #investor-selektif #kualitas-aset-bbca #pertumbuhan-kredit-bbca #likuiditas-bbca #valuasi-bbca #price-to-book-value #n-a

https://market.bisnis.com/read/20260623/189/1982679/intip-target-saham-bbca-terbaru-di-tengah-tekanan-laju-ihsg