IHSG Ditutup Turun ke 6.116, Rupiah Melemah ke Rp 17.843 Per Dollar AS

IHSG Ditutup Turun ke 6.116, Rupiah Melemah ke Rp 17.843 Per Dollar AS

IHSG ditutup turun 0,98 persen ke 6.116 pada perdagangan Senin. Rupiah ikut melemah ke Rp 17.843 per dollar AS di tengah risiko inflasi.

(Kompas.com) 22/06/26 16:30 256386

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Senin (22/6/2026) di zona merah. Tekanan jual yang terjadi pada mayoritas sektor membuat indeks terkoreksi hampir 1 persen, sementara nilai tukar rupiah juga melemah terhadap dollar AS.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG hari ini ditutup turun 60,45 poin atau 0,98 persen ke level 6.116,69. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di kisaran 6.052,94 hingga 6.226,72.

Aktivitas transaksi di pasar saham tercatat cukup ramai. Volume perdagangan mencapai 20,89 miliar saham dengan frekuensi 1,709 juta kali transaksi dan nilai transaksi sekitar Rp 13,45 triliun.

Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 471 saham melemah, 227 saham menguat, dan 261 saham tidak mengalami perubahan harga.

Mayoritas Sektor Berakhir di Zona Merah

Pelemahan IHSG sejalan dengan kinerja mayoritas indeks sektoral yang ditutup negatif.

Sektor barang baku menjadi penekan terbesar setelah turun 2,49 persen. Berikutnya, sektor perindustrian melemah 2,36 persen, kesehatan turun 2,23 persen, dan barang konsumen nonprimer terkoreksi 1,67 persen.

Sektor keuangan juga turun 1,58 persen, disusul properti dan real estat 1,20 persen, infrastruktur 0,97 persen, barang konsumen primer 0,31 persen, serta transportasi 0,10 persen.

Di tengah tekanan tersebut, hanya dua sektor yang mampu bertahan di zona hijau. Sektor energi menguat 1,47 persen, sedangkan sektor teknologi naik tipis 0,18 persen.

Sejumlah indeks utama di BEI juga mengalami penurunan. Indeks LQ45 turun 1,67 persen ke level 599,20, Jakarta Islamic Index (JII) melemah 1,91 persen menjadi 361,41, KOMPAS100 terkoreksi 1,72 persen ke 794,51, dan IDX30 turun 1,75 persen ke 338,73.

Sementara itu, Indonesia Syariah Stock Index (ISSI) menjadi satu-satunya indeks yang menguat dengan kenaikan 0,09 persen ke level 213,05.

Saham-saham Penggerak LQ45

Di kelompok saham LQ45, saham yang mengalami penurunan terbesar adalah PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang anjlok 6,48 persen ke Rp 505 per saham.

Posisi berikutnya ditempati PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang turun 6,47 persen ke Rp 1.590 per saham dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang melemah 5,43 persen ke Rp 348 per saham.

Di sisi lain, saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menjadi penguat terbesar setelah naik 4,44 persen ke Rp 1.410 per saham.

Kemudian, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menguat 3,27 persen ke Rp 1.265 per saham dan PT Alamtri Resources Tbk (ADRO) naik 3,15 persen ke Rp 2.290 per saham.

Bursa Asia Bergerak Variatif

Pergerakan bursa saham Asia pada hari yang sama berlangsung beragam.

Indeks SSE Composite China menguat 1,78 persen ke level 4.163,10. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,55 persen menjadi 72.353,96 dan KOSPI Korea Selatan bertambah 0,69 persen ke level 9.114,55.

Sebaliknya, indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,65 persen ke 23.768,52. S&P/ASX 200 Australia melemah 0,14 persen, sementara Asia Dow terkoreksi 1,04 persen.

canva.com Ilustrasi saham, IHSG.

Rupiah Melemah Dipicu Kekhawatiran Inflasi

Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah juga ditutup melemah. Mata uang Garuda terdepresiasi 39 poin atau 0,22 persen ke level Rp 17.843 per dollar AS pada perdagangan Senin (22/6/2026).

Analis Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, meningkatnya risiko inflasi menjadi salah satu faktor yang menekan pergerakan rupiah. Menurut dia, penyesuaian harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax dan Pertamax Turbo, berpotensi mendorong kenaikan inflasi.

"Saat ini terdapat sejumlah faktor risiko inflasi yang mencuat dan menjadi perhatian bank sentral," ujar Ibrahim.

Selain dampak kenaikan harga minyak dan komoditas global yang memicu imported inflation, potensi kemunculan El Nino pada paruh kedua tahun ini juga dinilai dapat menekan harga pangan.

Meski inflasi mulai menunjukkan tren meningkat, Bank Indonesia meyakini laju inflasi masih akan berada dalam kisaran target 2,5 persen plus minus 1 persen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#pasar-saham #ihsg-ditutup #ihsg-hari-ini #ihsg-turun #bursa-efek-indonesia #indeks-harga-saham-gabungan

https://money.kompas.com/read/2026/06/22/163012226/ihsg-ditutup-turun-ke-6116-rupiah-melemah-ke-rp-17843-per-dollar-as