Percepat Pemerataan Akses Listrik, PLN Genjot Program Lisdes dan BPBL
PLN siap menghadirkan akses listrik yang merata hingga ke pelosok negeri melalui prorgam Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).
(Kompas.com) 22/06/26 14:51 256267
KOMPAS.com - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN terus mempercepat pemerataan akses listrik hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) melalui program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).
Hal tersebut dilakukan sesuai arahan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang menegaskan bahwa akses listrik merupakan hak seluruh masyarakat Indonesia.
"Bagaimana orang bisa sekolah pintar, akses informasi dari luar maupun dari dalam (dengan) cepat, bagaimana anak-anak SD bisa sekolah yang baik kalau tidak ada akses digitalisasi. Jadi, saya pikir ini (listrik) salah satu infrastruktur dasar yang harus dilakukan," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Senin (22/6/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat melakukan penyalaan simbolis listrik bagi salah satu penerima manfaat BPBL 2026 sekaligus meninjau realisasi program Lisdes 2025 di Desa Hardimulyo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (19/6/2026).
Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa percepatan pemerataan akses listrik merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan seluruh masyarakat, termasuk yang berada di wilayah 3T, dapat menikmati manfaat pembangunan secara merata.
"Memang saudara-saudara kita yang belum dapat listrik itu selalu jauh dengan akses gardu induk. Jadi, secara bisnis PLN tidak masuk. Maka, pemerintah harus hadir, karena arahan Bapak Presiden itu bukan persoalan mahalnya, tetapi pelayanannya. Karena setiap warga negara punya hak yang sama untuk negara hadir memberikan listrik," tutur Bahlil.
Realisasi program Lisdes dan BPBL
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan kesiapan PLN untuk menghadirkan akses listrik yang merata hingga ke pelosok negeri.
"Melalui program Lisdes, kami terus memperluas infrastruktur kelistrikan agar semakin banyak masyarakat, khususnya di wilayah 3T, dapat menikmati listrik sekaligus mendorong peningkatan rasio elektrifikasi nasional,” jelas Darmawan.
Pada 2026, pemerintah akan melanjutkan realisasi program Lisdes dengan target pembangunan infrastruktur kelistrikan di 1.520 lokasi secara nasional, termasuk 16 lokasi di Jateng.
Sebelumnya, program Lisdes telah terealisasi di 1.403 lokasi di seluruh Indonesia sepanjang 2025, termasuk 113 lokasi di Jateng.
Untuk merealisasikan program Lisdes di 1.403 lokasi, PLN telah membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 4.856,17 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) 3.662,68 kms, serta gardu distribusi berkapasitas 105.280 kilovolt ampere (kVA).
Pemerataan akses listrik juga diperkuat melalui program BPBL yang diinisiasi oleh Kementerian ESDM.
Upaya tersebut menjadi solusi bagi masyarakat prasejahtera yang belum mampu melakukan pasang baru listrik meskipun jaringan listrik telah tersedia di wilayahnya.
“Program BPBL ini membantu menjembatani masyarakat yang sudah berada di wilayah berlistrik, namun belum mampu melakukan penyambungan. Dengan hadirnya listrik, masyarakat dapat meningkatkan produktivitas, mendukung pendidikan anak, serta memperbaiki kualitas hidup keluarga,” kata Darmawan.
Sepanjang 2025, program BPBL telah terealisasi bagi 220.845 rumah tangga di seluruh Indonesia, dengan 19.161 rumah tangga di antaranya berada di Provinsi Jateng.
Pada 2026, pemerintah menargetkan program BPBL menjangkau 225.000 rumah tangga di seluruh Indonesia, termasuk 24.000 rumah tangga di Jateng.
Salah satu penerima manfaat program Lisdes dan BPBL, Markamah (58), mengaku jaringan listrik membantunya meningkatkan produktivitas hingga malam hari.
Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai penganyam bambu itu kini dapat bekerja lebih lama dengan penerangan yang memadai.
”Alhamdulilah sudah punya (listrik) sendiri. Makasih Bapak Menteri yang telah membantu saya. Saya senang sekali, sangat bermanfaat untuk saya dan keluarga. Kalau malam-malam saya jadi bisa lembur bikin besek ini," ungkap Markamah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#pln #program-bpbl #program-lisdes #pemerataan-akses-listrik