Harga Telur-Ayam Anjlok, Mendag Minta Hotel-Restoran Serap Produksi Peternak

Harga Telur-Ayam Anjlok, Mendag Minta Hotel-Restoran Serap Produksi Peternak

Menteri Perdagangan Budi Santoso meminta hotel, restoran, hingga ritel untuk meningkatkan penyerapan telur dan daging ayam peternak untuk mendongkrak harga.

(Bisnis.Com) 22/06/26 13:25 256126

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) meminta sektor hotel, restoran, kafe (horeka) hingga ritel modern meningkatkan penyerapan telur dan daging ayam menyusul harga kedua komoditas tersebut yang masih berada di bawah harga eceran tertinggi (HET).

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, pemerintah telah mengirimkan surat kepada pelaku usaha horeka dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) agar meningkatkan pembelian telur dan ayam dari produsen dalam negeri. Langkah itu ditempuh untuk memperluas saluran distribusi sekaligus menopang harga di tingkat peternak.

“Harga telur, harga ayam, tadi saya tanya Ibu, ya semua masih di bawah HET. Kami sudah menyampaikan surat ke horeka, hotel, restoran, kafe, untuk menyerap telur, ayam, kemudian juga ke Aprindo, ke ritel, sudah kita kirim suratnya untuk menyerap produk-produk kita di sana. Karena memang kita itu butuh pasar dan butuh channel distribusinya. Butuh tempat untuk jualan," kata Budi saat ditemui di Pak Gembus Spot (+) Tebet, Jakarta Selatan, Senin (22/6/2026).

Budi juga mendorong restoran menambah penggunaan telur dan ayam dalam menu makanan agar permintaan terhadap kedua komoditas tersebut meningkat.

“Kalau di restoran, misalnya ya oke lah, menunya mungkin ditambah telurnya atau ayamnya. Karena misalnya ini Ayam Gepuk, jadi kami harapkan tadi banyak menyerap dari produsen-produsen ayam kita,” ujarnya.

Jika menengok Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag, tren harga telur ayam ras dan daging ayam ras kompak anjlok selama sebulan terakhir, yakni pada 25 Mei—19 Juni 2026.

Untuk telur ayam misalnya, pada 19 Juni, harga komoditas ini turun 0,11% menjadi Rp27.543 per kilogram dari Rp27.573 per kilogram pada 18 Juni 2026. Sementara itu, harga daging ayam ras naik 0,02% dari Rp36.039 per kilogram pada 18 Juni 2026 menjadi Rp36.046 per kilogram pada 19 Juni 2026.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah akan mengawal implementasi harga acuan penjualan (HAP) telur ayam ras di tingkat peternak untuk melindungi peternak telur domestik dari kerugian yang lebih dalam.

“Kami sudah mengambil beberapa kebijakan agar kita bisa lindungi peternak telur agar jangan sampai merugi. Pertama, HAP. Kami meminta kepada seluruh pengumpul dan pembeli telur, HAP-nya adalah Rp 26.500 per kilo,” kata Amran dalam keterangan tertulis, Selasa (9/6/2026).

Penegakan HAP telur ayam ras di tingkat peternak ini untuk menjaga kepentingan peternak dalam negeri dan keberlanjutan produksi telur nasional. Amran memastikan akan melayangkan surat imbauan kepada seluruh peternak untuk sama-sama menaati HAP Rp26.500 per kilogram tersebut.

“Kami akan kirim surat, insyaallah hari ini, imbauan kepada seluruh peternak, tembusan Satgas Pangan agar memantau. HAP ini kita kawal bersama agar jangan merugikan peternak Indonesia,” tambahnya.

Selain itu, Amran mengatakan, penyerapan telur ayam ras hasil produksi peternak melalui program strategis pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Badan Gizi Nasional (BGN), juga telah dipastikan. Menurutnya, intensitas penyajian menu berbahan telur dalam program MBG akan terus ditingkatkan.

Amran menuturkan telah berkomunikasi dengan Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang. Menurutnya, BGN menyatakan siap secara konsisten menyerap telur hasil produksi peternak melalui program MBG. Dengan langkah tersebut, pemerintah optimistis harga telur di tingkat peternak dapat segera pulih.

Bapanas sebelumnya juga mendukung percepatan penyerapan telur untuk program MBG di Jawa Timur. Melalui penerapan menu telur sebanyak tiga kali dalam sepekan, program tersebut diperkirakan mampu menyerap sekitar 8%—10% dari total produksi telur di Jawa Timur.

BGN melaporkan, untuk memenuhi kebutuhan program MBG di 22 kabupaten/kota di Jawa Timur yang mencakup 2.501 penerima manfaat, dibutuhkan sekitar 170 kilogram telur per unit atau setara sekitar 16 ton telur untuk kebutuhan selama dua pekan. Adapun khusus di Kabupaten Blitar, implementasi menu telur tiga kali dalam sepekan diperkirakan membutuhkan pasokan hingga 49 ton telur per minggu.

Selanjutnya, Bapanas bersama BGN akan melakukan pemetaan daerah surplus dan defisit pangan di seluruh Indonesia. Langkah ini dilakukan agar BGN melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat menjadi penyerap hasil produksi petani dan peternak di wilayah yang mengalami surplus.

#harga-telur #harga-ayam #mendag #hotel #restoran #ritel #telur

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260622/12/1982372/harga-telur-ayam-anjlok-mendag-minta-hotel-restoran-serap-produksi-peternak