Pemerintah diminta percepat distribusi benih tahan risiko El Nino

Pemerintah diminta percepat distribusi benih tahan risiko El Nino

Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Eliza Mardian mendorong pemerintah mempercepat distribusi penggunaan benih tahan kekeringan dan ...

(Antara) 19/06/26 18:16 254748

Jakarta (ANTARA) - Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Eliza Mardian mendorong pemerintah mempercepat distribusi penggunaan benih tahan kekeringan dan varietas unggul untuk menekan risiko gagal panen akibat potensi El Nino Godzilla.

Eliza mengatakan varietas padi, jagung, dan kedelai yang lebih efisien dalam penggunaan air atau memiliki umur panen lebih cepat dapat membantu petani menghadapi kemarau panjang sekaligus mengurangi risiko penurunan produksi.

“Perlu juga penggunaan benih tahan kekeringan dan varietas unggul. Varietas padi, jagung, kedelai yang lebih efisien air atau cepat panen dapat mengurangi risiko (gagal panen) 10–15 persen,” kata Eliza kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, percepatan distribusi dan adopsi benih unggul perlu diikuti dengan penyuluhan intensif agar petani dapat menerapkan teknologi budidaya secara optimal sesuai kondisi wilayah masing-masing.

Ia menilai penggunaan varietas yang tepat menjadi pelengkap penting bagi penguatan infrastruktur air karena kekeringan dapat mengganggu pertumbuhan tanaman pada fase-fase kritis.

Eliza mengatakan padi merupakan komoditas yang paling rentan terdampak El Nino karena membutuhkan air dalam jumlah besar, terutama pada fase berbunga dan pengisian biji.

“Padi ini sangat rentan karena butuh air banyak, terutama fase berbunga dan pengisian biji. Sawah tadah hujan dan irigasi sederhana paling terdampak (kekeringan),” ujarnya.

Selain padi, jagung juga cukup rentan terhadap kemarau, terutama pada fase pembungaan, meskipun kebutuhan airnya tidak sebesar padi.

Menurut dia, banyak tanaman jagung dibudidayakan di lahan kering atau pada musim kemarau sehingga tetap membutuhkan strategi mitigasi yang tepat melalui pemilihan varietas dan pengelolaan air yang baik.

Sementara itu, tanaman hortikultura dinilai relatif lebih mudah dikelola dari sisi kebutuhan air melalui pompanisasi. Namun, komoditas tersebut tetap menghadapi risiko peningkatan serangan hama dan penyakit selama musim kemarau.

Eliza menilai pemerintah perlu memperkuat kombinasi kebijakan antara penyediaan benih unggul, penyuluhan, pengelolaan air, serta respons cepat terhadap gangguan hama dan penyakit.

Menurut dia, target produksi pangan nasional masih dapat tercapai apabila mitigasi dilakukan secara efektif dan efisien melalui bauran kebijakan yang tepat.

Ia mencontohkan China pada saat El Nino 2023 tetap mampu mencatat peningkatan produksi meskipun luas panennya menurun karena didukung peningkatan produktivitas serta manajemen lahan dan pengendalian hama penyakit yang responsif.

“Target produksi masih bisa tercapai asalkan mitigasinya dilakukan secara efektif dan efisien. Jadi ini semua tergantung bauran kebijakan yang diambil,” ungkapnya.

Eliza menambahkan kebijakan menghadapi El Nino tidak cukup hanya bertumpu pada satu instrumen, melainkan perlu menggabungkan kesiapan benih, pengelolaan air, penyuluhan, dan manajemen lahan agar produksi pangan tetap terjaga.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya menyatakan penggunaan varietas unggul adaptif menjadi salah satu strategi untuk menjaga produksi pangan di tengah ancaman kemarau dan perubahan iklim.

Menurut Amran, petani dapat memanfaatkan varietas genjah dan toleran kekeringan seperti kelompok Inpago 4–13, Inpari 38–46, Situbagendit, Situpatenggang, Padjadjaran, dan Cakrabuana untuk menjaga produksi selama musim kemarau.

Pemerintah juga mendorong penggunaan varietas berumur pendek, teknologi hemat air, serta pengaturan pola tanam yang lebih efisien untuk mengurangi dampak El Nino terhadap sektor pertanian.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Suwandi mengatakan percepatan tanam terus didorong dengan mengupayakan jarak antara panen dan tanam kembali tidak lebih dari 14 hari guna meningkatkan indeks pertanaman dan produksi pangan.

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

#el-nino #ketahanan-pangan #varietas-unggul #kemarau #core-indonesia

https://www.antaranews.com/berita/5614959/pemerintah-diminta-percepat-distribusi-benih-tahan-risiko-el-nino