Indonesia Tetap Emerging Market, MSCI Beri Catatan Baru
MSCI mempertahankan status Emerging Market Indonesia, namun masih menyoroti transparansi pasar dan pasar valas.
(Kompas.com) 19/06/26 10:43 254286
JAKARTA, KOMPAS.com - Morgan Stanley Capital International (MSCI) mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market dalam hasil tinjauan Global Market Accessibility Review 2026.
Namun, lembaga penyedia indeks global tersebut masih menyoroti sejumlah persoalan aksesibilitas pasar, mulai dari transparansi kepemilikan saham hingga keterbatasan pasar valuta asing.
Keputusan tersebut mengakhiri kekhawatiran pelaku pasar mengenai potensi penurunan status Indonesia menjadi Frontier Market yang sebelumnya sempat mencuat sejak awal tahun.
Dalam laporan yang dirilis Jumat (19/6/2026) dini hari WIB, MSCI tetap menempatkan Indonesia dalam kelompok Emerging Market meski memberikan sejumlah catatan perbaikan pada aspek arus informasi dan liberalisasi pasar valuta asing.
MSCI Soroti Transparansi Kepemilikan Saham
Dilansir dari Reuters, MSCI menurunkan penilaian Indonesia pada indikator information flow menjadi negatif.
MSCI menilai keterbukaan informasi mengenai struktur kepemilikan saham dan aktivitas perdagangan di pasar masih terbatas.
Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu proses pembentukan harga yang wajar serta menyulitkan investor global dalam menilai jumlah saham beredar bebas (free float) suatu emiten.
Selain itu, MSCI juga menyoroti adanya perilaku perdagangan yang terkoordinasi pada sejumlah saham, yang menjadi salah satu faktor yang memengaruhi persepsi investor terhadap kualitas pasar modal Indonesia.
Meski demikian, Indonesia masih memperoleh penilaian positif pada berbagai aspek lain, termasuk regulasi pasar, proses registrasi investor, layanan kustodian, serta ketersediaan instrumen investasi.
Pasar Valas Masih Jadi Catatan
MSCI juga memberikan nilai negatif pada indikator liberalisasi pasar valuta asing (foreign exchange market liberalization level).
Menurut MSCI, Indonesia masih belum memiliki pasar valuta asing offshore yang efisien. Di sisi lain, sejumlah pembatasan masih berlaku di pasar domestik sehingga dinilai mengurangi fleksibilitas investor internasional dalam melakukan transaksi.
Untuk aspek kemudahan arus masuk dan keluar modal, Indonesia tetap mendapatkan penilaian baik pada indikator pembatasan arus modal (capital flow restriction level).
Dok. Bursa Efek Indonesia (BEI) Bursa Efek Indonesia (BEI).Ancaman Turun Kelas Mereda
Sebelumnya, MSCI sempat memperingatkan kemungkinan penurunan status Indonesia ke Frontier Market akibat kekhawatiran mengenai transparansi pasar.
Peringatan tersebut memicu berbagai langkah reformasi dari otoritas, termasuk peningkatan ketentuan saham beredar bebas minimum menjadi 15 persen.
Pada April lalu, MSCI juga memperpanjang masa peninjauan pasar Indonesia. Kemudian pada Mei 2026, lembaga tersebut menghapus enam emiten Indonesia dari indeksnya, yang sebagian besar terkait kelompok konglomerasi besar.
Meski tetap mempertahankan status Emerging Market, catatan terbaru MSCI menunjukkan bahwa upaya perbaikan pasar modal Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah bagi regulator dan pelaku industri.
IHSG Tertekan, Dana Asing Masih Keluar
Sorotan MSCI datang di tengah tekanan yang masih membayangi pasar keuangan domestik.
Sepanjang 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah melemah sekitar 29 persen, menjadikannya salah satu pasar saham utama dengan kinerja terburuk di dunia.
Investor asing juga tercatat melakukan penjualan bersih saham Indonesia senilai sekitar 3,65 miliar dollar AS sejak awal tahun.
Selain MSCI, lembaga pemeringkat Moody\'s dan Fitch sebelumnya menurunkan prospek peringkat utang Indonesia menjadi negatif karena kekhawatiran terhadap kredibilitas kebijakan dan melemahnya kepercayaan investor.
Hasil lengkap MSCI Annual Market Classification Review 2026 dijadwalkan diumumkan pada 23 Juni 2026.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia, Bursa RI Lolos dari Risiko Turun Kelas
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#pasar-saham #emerging-market #indeks-msci #pengumuman-msci #rebalancing-msci #penilaian-msci #msci-review