Jelang RDG BI, Ekonom BSI Prediksi BI Rate Naik 25 Bps
Ekonom BSI memprediksi BI Rate naik 25 bps pada RDG 17-18 Juni 2026 karena tekanan rupiah dan kebijakan The Fed. Stabilitas moneter tetap jadi prioritas.
(Bisnis.Com) 18/06/26 13:39 253254
Bisnis.com, JAKARTA — Chief Economist PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) Banjaran Surya Indrastomo memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan kembali menaikkan suku bunga acuan alias BI Rate pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 17—18 Juni 2026.
Banjaran menyebut, peluang bank sentral menaikkan BI Rate masih cukup besar karena The Fed tetap hawkish, tekanan terhadap rupiah belum mereda, dan investor global masih memburu aset dolar.
“[Saya perkirakan] Naik 25 basis poin (bps),” ungkap Banjaran saat ditemui di sela-sela Konferensi Pers Hasil Kajian UMKM Perbanas 2026, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026).
Adapun hingga akhir tahun, Banjaran memperkirakan penurunan suku bunga sangat sempit lantaran BI harus menjaga daya tarik aset rupiah dan stabilitas nilai tukar.
“Sampai akhir tahun agak susah. Yang jelas turun susah, ruang turun susah,” ungkapnya.
Meski demikian, dia menilai kondisi perbankan Indonesia masih cukup kuat sehingga tekanan yang terjadi saat ini lebih menyerupai periode winter daripada krisis seperti 1998.
Untuk diketahui, bank sentral pada RDG Mei 2026 menaikkan suku bunga acuan langsung sebesar 50 basis poin (bps) dari 4,75% ke 5,25%. Kemudian, otoritas moneter pada bulan yang sama kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 5,50%.
Adapun, sebagian proyeksi ekonom yang dihimpun Bisnis memprakirakan BI masih akan mengerek suku bunga acuan pada RDG yang digelar 17—18 Juni 2026.
Bahkan, ada yang memproyeksikan kenaikan sebesar 50 bps hingga suku bunga mencapai 6,0%. Sebagian lainnya memproyeksikan suku bunga bakal ditahan. Meski demikian, pada dasarnya kalangan ekonom memprakirakan otoritas moneter masih akan mengedepankan stabilitas.
#bi-rate #suku-bunga #bank-indonesia #rdg-bi #kenaikan-suku-bunga #bi-rate-naik #suku-bunga-acuan #the-fed-hawkish #tekanan-rupiah #investor-global #aset-dolar #stabilitas-nilai-tukar #proyeksi-ekonom #n-a