Menhut tegaskan transformasi tatakelola kehutanan via integrasi sistem
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mempertegas upaya penguatan dan transformasi tata kelola kehutanan melalui integrasi sistem, penguatan ...
(Antara) 17/06/26 14:19 252121
Meskipun aplikasi ini belum sempurna, tapi niat sederhana kita adalah agar kita bisa menjaga hutan...
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mempertegas upaya penguatan dan transformasi tata kelola kehutanan melalui integrasi sistem, penguatan transparansi dan akuntabilitas, serta pemanfaatan data intelligence dalam proses pengambilan keputusan.
“Ini harapan sederhana saya, sekali lagi, kita bisa berikan kepada pihak luar, orang bisa berusaha lebih mudah dan nyaman, investasi yang masuk lebih terukur, perizinan kita sederhanakan waktunya, agar tidak menjadi masalah di kemudian hari,” kata Menhut dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Salah satu upaya yang dilakukan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) adalah melalui sistem digital Decision Support System (DSS) Kehutanan “Jaga Rimba”.
Menhut mengatakan, sistem digital ini ditujukan untuk memperkuat pengawasan kawasan hutan di Indonesia yang ia nilai menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
“Ide tentang DSS ini sebarnya sederhana saja, pengalaman saya masuk beberapa pekan beberapa bulan di kementerian yang kita banggakan ini, ada sesuatu yang harus kita perbaiki, ada sesuatu yang perlu kita benahi,” ujar Menhut Raja Antoni.
DSS Jaga Rimba, lanjut dia, mengintegrasikan berbagai aplikasi lintas direktorat jenderal, informasi geospasial tematik, hingga aturan yang menjadi dasar dalam memahami keterkaitan kawasan, perizinan, serta para pemegang hak dan kewajiban.
“Jadi idenya sederhana namun saya kira memiliki urgensi historis untuk memperbaiki kinerja kita, tidak hanya sekadar aplikasi, ini adalah kita coba membenahi cara berpikir kita, kita tidak boleh lagi ada ego sektoral,”ujarnya.
Menhut Raja Antoni menyebut DSS Jaga Rimba menjadi instrumen penting dalam mendorong terwujudnya “One Map Policy Kehutanan” atau Satu Peta Kawasan Hutan yang menjadi referensi bersama dalam pengelolaan dan pengawasan kawasan.
Saat ini, sistem tersebut didukung oleh 82 Informasi Geospasial Tematik yang dihasilkan 24 unit kerja eselon II serta 123 Rules and Relations yang memungkinkan analisis data lebih komprehensif dan akurat.
Selain itu, DSS Jaga Rimba dilengkapi fitur Early Warning System yang dapat memberikan notifikasi otomatis apabila terdeteksi potensi tumpang tindih perizinan, irisan permohonan, maupun hot spot yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.
Fitur tersebut diharapkan mempercepat langkah mitigasi dan tindak lanjut berbasis data.
“Meskipun aplikasi ini belum sempurna, tapi niat sederhana kita adalah agar kita bisa menjaga hutan, menjaga rimba, sekaligus menjaga kehidupan kita sebagai bangsa,” kata Raja Antoni.
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
#menhut #kemenhut #menhut-raja-juli-antoni #raja-juli-antoni #digitalisasi-kehutanan #tata-kelola-kehutanan