Investasi KEK Capai Rp 353,3 Triliun, Pemerintah Hitung Dampaknya ke Ekonomi

Investasi KEK Capai Rp 353,3 Triliun, Pemerintah Hitung Dampaknya ke Ekonomi

Pemerintah kaji dampak ekonomi KEK lebih dalam. Investasi kumulatif di 25 KEK capai Rp353,3 T, serap 266.688 pekerja. Data akurat kunci perumusan kebijakan.

(Kompas.com) 13/06/26 19:31 249311

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mulai mengkaji lebih dalam dampak ekonomi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah seiring realisasi investasi yang terus meningkat.

Hingga triwulan I 2026, investasi kumulatif di 25 KEK telah mencapai Rp 353,3 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 266.688 orang.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK Susiwijono Moegiarso mengatakan, pemerintah bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah pemangku kepentingan tengah melakukan reviu data dan kajian dampak ekonomi KEK.

KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (29/8/2025).

"Kita perlu terus menjaga kualitas data, khususnya data-data dari kegiatan ekonomi dan industri di KEK, yang digunakan sebagai salah satu indikator pertumbuhan ekonomi kita, karena data tersebut akan menjadi dasar bagi Pemerintah dalam merumuskan berbagai kebijakan dan program prioritas," ujar Susiwijono dalam keterangan tertulis, Jumat (13/6/2026).

Menurut dia, kajian tersebut bertujuan menghasilkan pengukuran yang lebih komprehensif mengenai kontribusi KEK terhadap pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah.

Pemerintah menilai data pertumbuhan ekonomi, baik produk domestik bruto (PDB) maupun produk domestik regional bruto (PDRB), memiliki peran strategis sebagai dasar penyusunan kebijakan, alat ukur kinerja pemerintah, hingga indikator bagi investor dalam melihat perkembangan ekonomi Indonesia.

Untuk mendukung penghitungan tersebut, BPS bersama Dewan Nasional KEK dan Lembaga National Single Window (LNSW) sejak 2025 melakukan pendataan lengkap terhadap seluruh aktivitas ekonomi dan industri di 25 KEK yang melibatkan 528 perusahaan.

Shutterstock Ilustrasi kawasan industri.

Selain KEK, pemerintah juga melakukan pendataan terhadap sekitar 178 kawasan industri di seluruh Indonesia guna memperoleh gambaran aktivitas ekonomi yang lebih menyeluruh.

Salah satu kawasan yang menjadi perhatian ialah KEK Gresik di Jawa Timur.

Hingga triwulan I 2026, kawasan tersebut mencatat investasi kumulatif Rp 107,32 triliun dan menyerap 47.201 tenaga kerja.

Menurut Susiwijono, ketersediaan data yang akurat menjadi faktor penting untuk mengukur kontribusi KEK terhadap pertumbuhan ekonomi, investasi, penciptaan lapangan kerja, hingga pengembangan industri hilirisasi.

"Pemerintah terus berkomitmen menjaga kualitas data, khususnya yang terkait dengan data-data yang diperhitungkan dalam komponen perhitungan pertumbuhan ekonomi (PDB dan PDRB), sehingga akuntabilitas dan kualitas data akan terus terjaga," ujarnya.

Ia menambahkan, hasil reviu dan kajian tersebut akan menjadi pedoman dalam penyempurnaan metodologi pengukuran dampak ekonomi KEK sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat, pelaku usaha, dan investor terhadap berbagai capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#dampak-ekonomi #kawasan-ekonomi-khusus #penyerapan-tenaga-kerja #investasi-kumulatif

https://money.kompas.com/read/2026/06/13/193100226/investasi-kek-capai-rp-353-3-triliun-pemerintah-hitung-dampaknya-ke-ekonomi